Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Bubar, Bisakah Tangan Dingin Bupati Cellica Selamatkan Persika?

Manajer Persika Karawang, Rahmat Gunadi saat memberikan keterangan pers soal pembubaran Persika, Senin (9/9/2019).
banner 468x60

BaskomNews.com – Diduga dilandasi persoalan defisit keuangan yang terus berangsur lama, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kota Pangkal Perjuangan Persika akhirnya resmi dibubarkan.

Pernyataan pembubaran Persika ini disampaikan langsung oleh Manajer Persika, Rahmat Gunadi, saat melakukan konferensi pers kepada awak media, Senin (9/9/2019).

banner 336x280

“Hari ini, atas satu pertimbangan, demi keberlangsungan Persika yang lebih bagus, demi kebaikan semua. Hari ini Tim Persika Karawang kami nyatakan dibubarkan,” tutur Rahmat Gunadi, didampingi oleh Panpel Persika.

Disampaikan Rahmat Gunadi, setelah pembubaran Persika ini, nasib Persika ke depan ada di tangan manajemen di tingkat jajaran komisaris sampai direksi.

“Imbauan saya segera bentuk tim manajemen baru, terserah siapa, yang jelas kompetisi semakin dekat, dan persiapan harus segera dilakukan,” katanya.

Disampaikan Rahmat Gunadi, para pemain atau skuad Persika saat ini sudah tidak ada lagi, karena telah dikembalikan ke tempat masing-masing. “Hari ini sudah tidak ada latihan, karena sudah tidak ada skuad,” timpalnya.

“Kita banyak miss komunikasi, dan (ada) pernyataan dari komisaris bahwa saya tidak mendapatkan mandat sebagai manajemen tim, karena itu saya bubarkan,” katanya.

Konferensi pers pembubaran Persika Karawang.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun BaskomNews.com di lapangan, persoalan keuangan Persika ini sudah terjadi sejak tahun 2018, semenjak Persika mengarungi musim Liga 2.

Selama tahun 2018, Persika dikabarkan telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 8,1 miliar. Investasi terbesar Persika datang dari salah seorang komisaris Persika yang juga pemilik Paytren Ustadz Yusuf Mansur yang menyumbang sampai Rp 4,7 miliar.

Selama musim 2018, keuangan Persika masih defisit atau memiliki utang di angka Rp 400 juta rupiah. Sementara untuk memulai mengarungi musim Liga 3 2019 (pra-musim), Persika juga dikabarkan sudah kembali mengalami defisit keuangan sampai Rp 150 juta.

Tak ada satupun yang mau bertanggungjawab untuk menyelesaikan defisit anggaran Persika. Pasalnya, dari jajaran komisari sampai manajemen Persika sudah tidak mampu lagi membiayai Persika.

Semenjak Persika mengalami degradasi dari Liga 2 ke Liga 3, jajaran komisaris Persika dikabarkan sudah enggan mengeluarkan biaya pribadi lagi. Pasalnya, tidak ada keuntungan sedikit pun dari dana yang mereka investasikan kepada Persika. Yang ada malah bentuk cibiran, jika jajaran komisaris tidak bertanggjawab dengan nasib Persika.

Alhasil, persoalan keuangan Persika ini ‘merembet’ kepada persoalan mis-komunikasi antara jajaran komisari dengan menajemen sampai Panpel Persika. Kabar teranyar menginformasikan, jika nasib Persika ini tergantung dari ‘tangan dingin’ Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana yang rencananya akan mengajak duduk bersama antara jajaran komisari dengan manajemen Persika.

Namun persoalan apa yang ada dalam pikiran Bupati Cellica, akhirnya mediasi untuk mempertemukan jajaran komisari dengan manajemen tak kunjung terlaksana. Konflik semakin mengerucut, hingga akhirnya jajaran manajemen Persika membubarkan diri.

Bisakah tangan dingin Bupati Cellica untuk menyelamatkan skuad Persika?. Kita tunggu kabar selanjutnya. (red)

banner 336x280