Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Diam-diam Deden Darmansyah juga Daftar Seleksi Balonbup PDIP

Deden Darmansyah.
banner 468x60

BaskomNews.com – Di akhir jadwal penjaringan seleksi terbuka Balonbup dan Balonwabup yang dilakukan DPC PDIP Karawang, secara diam-diam Deden Darmansyah juga mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran kepada panitia, Jumat (20/9/2019).

Disinggung apakah akan ikut seleksi Balonbup atau Balonwabup, Deden Darmansyah menjelaskan, persoalan Balonbup atau Balonwabup, ia akan menyerahkan semuanya kepada panitia seleksi penjaringan.

banner 336x280

Namun ketika melihat prinsip rasio itung-itungan jumlah kursi PDIP Karawang saat ini yang hanya mencapai 6 kursi, idealnya memang ada di posisi ‘Karawang Dua’ (Balonwabup).

“Nanti tinggal menyesuaikan perkembangan sampai Pebruari 2020. Kalau gak memungkinkan Karawang satu, berarti di Karawang,” tutur Deden Darmansyah, saat dihubungi melalui ponsel selulernya oleh BaskomNews.com.

Disinggung mengenai gambaran pembangunan Karawang ke depan dengan potensi sumber daya APBD yang sudah mencapai Rp 4,6 Triliun, Deden Darmansyah menjelaskan, jika saat ini yang harus dimaksimalkan Karawang adalah soal kepemimpinan dan tingkat kedisiplinan para pejabatnya.

Jika saja ke depan PDIP diberikan kesempatan untuk duduk di eksekutif (Bupati atau Wakil Bupati), maka ditegaskan Deden, tidak boleh lagi ada cerita pejabat Karawang sulit ditemui ketika masyarakat sedang membutuhkan pelayanan.

“Kalau PDIP memimpin, tidak boeh lagi ada pejabat eselon yang tidak ada di kantor ketika masyarakat butuh pelayanan. Sekarang ini kondisinya selalu saja ada laporan warga sulit bertemu dengan pejabat. Terutama untuk pejabat di UPTD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan, saya kira ke depan sudah tidak boleh lagi ada kabar pejabat gak ada di kantor,” kata Deden Darmansyah.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP ini juga menyatakan, jika pengalamannya selama menjadi wakil rakyat di Jawa Barat dirasa cukup untuk menjadi bekal kepemimpinan Karawang ke depan. Karena menurut Deden, modal utama pengelolaan pembangunan suatu kabupaten/kota adalah lebih dominan kepada faktor kepemimpinan.

“Saya kira kunci pembangunan Karawang ke depan ya itu, faktor kebiwabaan kepemimpinan. Sekarang bagaimana ceritanya jumlah pengangguran anak muda Karawang bisa mencapai 100 ribu lebih begitu. Sebetulnya, semuanya kan tinggal cara komunikasi seorang pemimpin dengan Apindo dan pihak perusahaan saja,” kata Deden.

Kemudian untuk persoalan Bank Emok (praktek Bank Rentenir), Deden berpendapat, jika keberadaanya sudah seperti penyakit stadium empat. Karena tidak sedikit warga Karawang yang terpaksa menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri, gara-gara terlilit hutang oleh Bank Emok.

“Kuncinya adalah bagaimana kewibawaan seorang pemimpin. Ketika rakyat selalu percaya dan merasa bangga dengan pemimpinnya, maka di sanalah letakkeberhasilan pembangunan suatu kabupaten/kota,” pungkasnya.(red)

BACA SEBELUMNYA : 5 Orang Sudah Kembalikan Form Pendaftaran Balonbup PDIP

banner 336x280