Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Bupati : “Jangan Bandingkan Anggaran Goyang Karawang dengan Hari Santri”

Bupati Cellica.
banner 468x60

BaskomNews.com – Bupati Karawang angkat bicara terkait kontroversi anggaran Festival Goyang Karawang Internasional 2019 dengan anggaran Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang hanya dianggarkan 30 juta.

Terkait Hari Santri Nasional, Cellicaa mengaku setuju. Namun dirinya meminta jika menilai sesuatu harus global, jangan bentar-bentar ‘diributin’. “Saya sangat setuju dengan Hari Santri, tapi mohon ma’af, kalau menilai sesuatu itu harus global,” tutur Bupati Cellica, seusai Rapat Paripurna DPRD Karawang, Senin (30/9/2019).

banner 336x280

Dijelaskan Bupati, perlu diketahui terkait masalah anggaran keagamaan diantaranya anggaran ‘Karawang Mengaji Rp 1 miliar, anggaran MTQ Rp 500 juta, guru ngaji Rp 12 miliar, anggaran Bantuan Anak Yatim Rp 8 miliar. Kemudian Bantuan Sarana Agama (Bansara) Rp 15 miliar. Sehingga kalau dihitung-hitung mencapai Rp 50 miliar.

“Nah persoalannya kan belum pernah mengajukan program Hari Santri. Terus tadi kan di Rapat Pripurna Perubahan Anggaran, Fraksi PKB mengajukan Hari Santri, ya kita respon dengan baik-lah,” kata Bupati Cellica.

“Saya merespon sebagai pemerintah, teman-teman fraksi lain pun sangat merespon dengan Hari Santri. Kenapa harus diributin hal-hal seperti itu,” timpal Bupati Cellica.

Pada tahun anggaran 2020 nanti, Bupati Cellica sepakat jiga anggaran peringatan Hari Santri Nasional akan dianggarkan menjadi program tersendiri. Karena menurutnya, Hari Santiri ini baru ada semenjak pemerintahan Jokowi ditetapkan.

Sehingga menurut bupati, kalau ngomong masalah kegiatan keagamaan, selama program ini ada nilai kebaikan, membawa manfaat buat orang banyak, tentunya legislatif dan eksekutif sebagai pihak yang menampung aspirasi masyarakat tentu sangat mendukung.

“Jangankan Hari Santri, hari agama lain pun kita dukung, minimal support dan mendatangi mereka, pernah saya juga datang di acara keagamaan lain,” tuturnya.

Bupati Cellica kembali menegaskan, jik dirinya pasti akn sangat mendukung Hari Santri Nasional. Namun diminta bupati, para kiyai dan ulama tidak perlu ramai-ramai akan mengembalikan anggaran Hari Santri Nasional 30 juta.

“Cuma yang menjadi permasalahanya kan tidak usah rame-rame mau mengembalikan uang itu. Selama program ini masuk akal, kenapa nggak. Jangan banding-bandingkan anggaran Hari Santri dengan Festival Goyang Karawang,” kata bupati.

Karena menurutnya, jika berbicara anggaran Festival Goyang Karawang Rp 1,7 miliar dan kegiatan keagamaan Rp 50 miliar, jelas sangat jauh berbeda.

Dijelaskannya, gelaran Festival Goyang Karawang adalah dalam rangka mempromosikan Karawang. ”Tergantung prespektif memandang, kalau memandangnya positif ya pasti positif, yah. Kalau memandangnya negatif, ya pasti negative yah,” katanya.

“Kalau saya sih positif aja, Hotel di Karawang jadi penuh pengunjung, kuliner Karawang jadi ramai, yang pedagang UMKM jadi sejahtera, bisa berjualan dan berpenghasilan lebih,” pungkas bupati. (red)

BACA SEBELUMNYA : Kontroversi Goyang Karawang 2 M vs Hari Santri Nasional 30 Juta 

BACA SEBELUMNYA : Hari Santri Nasional Hanya 30 Juta, Para Kiyai Kembalikan Anggaran ke Pemda

banner 336x280