BaskomNews.com – Panitia Hari Santri Nasional membantah pernyataan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, terkait pernyataan bupati soal anggaran Hari Santri Nasional yang ‘tidak pernah diajukan’.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional Karawang, Ustadz Anwar Hilmi menjelaskan, sebetulnya ajuan anggaran Hari Santri Nasional sudah dilakukan pada tahun 2018, yaitu ketika peringatan Hari Santri Nasional tahun sebelumnya. Setelah dikukuhkan sebagai Panitia Hari Santri Nasional, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni pemda dalam hal ini Kabag Kesra yang membawahi bagian PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional). Bahkan koordinasi juga dilakukan dengan Kementrian Agama.
Tahun 2018, sambung Anwar Hilmi, waktu itu mata prelombaan Hari Santri nasional ada enam, berikut acara malam puncak Hari Santri nasional. “Kita ajukan anggaran di kisaran 300 juta. Mungkin karena ada salah teknis proposal, yang di ACC adalah 30 juta, dan masuk ke dalam anggaran perubahan,” tutur Ustadz Anwar Hilmi, Selasa (1/10/2019).
Karena kita baru mengajukan anggaran Hari Santri Nasional di 2018, sambung Anwar Hilmi, maka pihaknya memaklumi jika anggaran tersebut cair di bulan November, meskipun kegiatan Hari Santri Naasional sudah berjalan dari tanggal 15-22 Oktober. Dan kebutuhan mendesak panitia waktu itu adalah hadiah untuk santri-santri berprestasi dalam perlombaan yang dilaksanakan oleh panitia Hari Santri Nasional.
“Tentu saja, karena andalan anggaran kita adalah 30 juta tersebut, maka ketika kita tagih cairnya di bulan November, kita pontang-panting. Akhirnya cari pinjaman ke sana-sini, cukup untuk memenuhi kebutuhan hadiah lomba. Alhamdulillah, dana dari Kesra, meskipun harus komunikasi berkali-kali, akhirnya cair di akhir bulan November dipakai untuk menutupi utang piutang panitia yang tadi saya sebutkan,” papar Anwar Hilmi.
Kemudian, sambung Anwar Hilmi, saat itu panitia berkomunikasi lagi dengan Kesra. Saat itu Bagian Kesra menjelaskan, bahwa proposal yang diajukan di Hari Santri Nasional 2018 dengan mata anggaran 300 juta akan diajukan di mata anggaran murni 2019. Sehingga tahun 2019 gelaran Hari Santri Nasional akan lebih meriah dengan mata lomba yang lebih banyak.
Berangkat dari itu, masih dijelaskan Anwar Hilmi, akhir Juli 2019 pihak panitia Hari Santri Nasional menghubungi instansi-instansi berkaitan, sesuai dengan Keputusan Presiden 2015 mengenai Hari Santri Nasional (Kemenag dan Kabag Kesra).
“Tapi ternyata, anggaran Hari Santri Nasional 2019 pun hanya di Acc 30 juta, sama dengan tahun kemarin. Dan lagi-lagi jatuhnya di anggaran perubahan yang akan cair di november atau desember. Sedangkan kegiatan yang kami laksanakan dari mulai 12-22 oktober, dengan kebutuhan-kebutuhan 300 juta,” papar Anwar Hilmi.
“Tahun ini ada penambahan mata lomba, dari tahun kemarin enam menjadi sebelas mata lomba. Jadi tidak benar kalau kami tidak mengajukan anggaran Hari Santri nasional. Karena dari tahun 2018 sudah kami ajukan,” pungkas Ustadz Anwar Hilmi, yang masih merupakan Wakil Ketua PCNU Karawang.(red)
BACA SEBELUMNYA : Bupati : “Jangan Bandingkan Anggaran Goyang Karawang dengan Hari Santri”






