BaskomNews.com – Dampak kekeringan yang menerpa lahan pertanian produktif di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebanyak 6.250 ton padi berpotensi gagal panen. Jika setiap hektarenya rata-rata menghasilkan 5 ton.
Ketua Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Cabang Karawang, Panji Rachmat Purwanto pun sangat menyesali kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang seakan kurang memprioritaskan kaum petani, Jumat (4/10/2019).
“Kalau 1 hektare lahan pertanian produktif saja mampu menghaslikan 5 ton padi, lalu ada 1.250 hektare lahan pertanian kekeringan di Kecamatan Pakisjaya, maka 6.250 ton padi akan berpotensi gagal panen,” ujarya kepada BaskomNews.com via ponsel.
Fenomena kekeringan yang menimpa para kaum tani di Desa Tanjungmekar, Tanjungbungin, Solokan, dan Tanahbaru, kata Panji, seolah tidak berbanding lurus dengan Kabupaten Karawang yang dikenal khalayak luas berjuluk sebagai Kota Lumbung Padi.
Ia pun meminta legislatif, eksekutif, dan instansi terkait segera menuntaskan persoalan kekeringan ini dengan turun langsung ke lapangan. Bahkan, GPPI pun menegaskan agar kedepannya musibah serupa tidak terjadi lagi di Kabupaten Karawang.
“Kami minta para pemangku kebijakan di Karawang turun langsung ke lokasi supaya melihat langsung fakta di lapangan, dan kami juga berharap agar kejadian yang sudah merugikan para petani ini tidak berlarut-larut,” tegas Panji. (zay)
Baca Sebelumnya: Irigasi Sawah Karawang Kekeringan, Komisi II Datangi PJT II






