Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Sekelompok Poros Baru Pilkada Tanpa Cellica-Jimmy

Beberapa petinggi parpol di Karawang menggelar pertemuan pada minggu lalu. (foto dok)
banner 468x60

BaskomNews.com – Apa jadinya ketika Pilkada Karawang 2020 mendatang tanpa pencalonan dari calon petahana Cellica-Jimmy (Bupati dan Wakil Bupati Karawang). Atau beberapa parpol besar dan parpol kecil berkoalisi untuk melawan Cellica-Jimmy (Demokrat-PKB)?.

Perkembangan isu politik Pilkada Karawang ini sempat muncul di publik. Terlebih disusul saat seminggu lalu adanya pertemuan petinggi partai politik Karawang antara PDIP dan Gerindra, serta beberapa parpol lain di Fraksi Pangkal Perjuangan, yaitu PPP, PAN, Hanura dan PBB.

banner 336x280

Dengan pose berfoto simbol jari yang ‘membentuk hati yang belum terpasang (masih terpisah)’, benarkah beberapa petinggi parpol politik yang menggelar pertemuan tersebut ingin memberikan isyarat kepada Cellica-Jimmy, bahwa mereka siap bertarung menumbangkan Cellica-Jimmy di Pilkada Karawang?.

Saat dikonfirmasi BaskomNews.com, Sekretaris DPD PAN Karawang, Dadan Suhendarsyah yang terlibat dalam pertemuannya membantah tentang adanya wacana asal jangan Cellica-Jimmy di Pilkaada Karawang dalam pertemuan antar petinggi parpol tersebut.

Namun demikian Dadan mengakui, terkait adanya semangat kebersamaan untuk membentuk poros baru di Pilkada Karawang 2020 mendatang. “Enggak.. enggak ada wacana itu (asa jangan Cellica-Jimmy). Pertemuan kemarin itu belum ada kesepakatan apa-apa. Tapi memang ada semangat kita untuk koalisi di Pilkada. Tapi kan masih perlu dimatangkan di internal parpol masing-masing,” kata Dadan Suhendarsyah, Selasa (10/12/2019).

Adapun mengenai pose berfoto para petinggi parpol deengan simbol jari membentuk hati yang masih terpisah, Dadan menjelaskan, itu artinya koalisi antar parpol yang menggelar pertemuan masih bersifat terbuka (belum tertutup). Sehingga kembali ditegaskannya, belum ada hasil atau kesepakatan apapun dalam pertemuan tersebut.

“Iyalah, karena masing-masing parpol masih harus melakukan proses internalisasi lagi. Terlebih dalam pertemuan tersebut beberapa parpol masih mengusulkan namanya masing-masing. Seperti PDIP mengusulkan nama H. Jenal Aripin, Gerindra mengusulkan nama Gina Swara, dan PPP mengusulkan nama Hj. Lina Sugiharti,” terang Dadan.

Sekretaris DPC Hanura Karawang, Arifin yang terlibat dalam pertemuannya juga membantah adanya wacana ‘asal jangan incumbent’ dalam pertemuan para petinggi parpol tersebut. Namun ia juga mengamini adanya wacana poros baru di Pilkada Karawang 2020 mendatang.

“Utuk masalah incumbent, gak ke sana. Poros baru, dalam artian kita jalin silaturahmi. Karena sampai sekarang masing-masing parpol masih berjalan sendiri-sendiri. Karena proses komunikasi politiknya juga masih berjalan terus,” katanya.

Apakah Hanura juga akan mengusulkan nama dalam rencana poros baru tersebut?. Arifin menegaskan, sampai saat ini sikap politik Hanura masih menunggu hasil survei antar calon yang kredibel. Karena ditegaskannya, keputusan politik Hanura tetap akan berdasar hitung-hitungan matematis yang bersifat akademik.

“Kita masih menunggu hasil survei dari lembaga yang kredibel. Soal nama, sementara ini Hanur belum memunculkan. Tadinya kita wacanakan mau naikan Meitri (anggota DPRD Karawang dari Partai Hanura). Tapi ia masih senyum-senyum ketawa aja. Ya tapi mudahan, kalau ada poros baru bisa juga sih, hahaha,” pungkas Arifin, saat menutup statemennya sambil mengajak ‘guyon’ kepada BaskomNews.com. (red)

banner 336x280