BaskomNews.com – Penumpukan sampah di Pasar Baru Karawang mendapat protes keras dari Anggota Komisi II DPRD Karawang, Natala Sumedha.
Menurutnya, penumpukan sampah di Pasar Baru Karawang sampai menimbulkan bau busuk, karena adanya efisiensi anggaran di Dinas Lingkungan Hidup Karawang (DLHK). Melihat kondisi pengelolaan sampah seperti ini, Natala menyimpulkan jika sampai saat ini Karawang masih darutat sampah.
“Saya sudah kordinasi dengan DLHK. Menurut kadis karena adanya efisiensi anggaran diperubahan yang semula pengambilan sampah itu dua ritase, sekarang dikurangi jadi satu ritase, hingga menyebabkan penumpukan sampah yang memakan bahu jalan,” tutur Natala Sumedha, Selasa (17/12/2019).
Natala mengatakan, salah satu alat ukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah kesehatan. Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang merupakan seorang dokter, seharusnya bisa konsen dengan masalah ini (masalah kesehatan dari sampah).
“Kebetulan Bupati karawang seorang dokter yang seharusnya dipahami oleh pengambil kebijakan bahwa pentingnya menjaga nama baik beliau. Seharusnya Bupati juga konsen dengan masalah ini. Coba lihat kondisi real setiap hari di sana, sangat bau. Apalagi kalo sampah sudah terkena air hujan, sangat prihatin ditengah-tengah pemukiman dan pasar tradisional,” sesalnya.
Masih dikatakan Natala, setelah melakukan diskusi langsung dengan masyarakat sekitar terkait penumpukan sampah yang terjadi di Pasar Baru Karawang, warga sekitar mengaku sudah sangat terganggu, karena tumpukan sampah menimbulkan bau busuk.
“Tadi pagi saya diskusi langsung dengan masyarakat sekitar. Selain bau busuk, ada juga kejadian kendaraan bermotor yang jatuh di lokasi TPS Cihuni atau Lokapala akibat jalan licin karena jalan ditutupi sampah busuk,” katanya.
Natala juga menyarankan, penumpukan sampah yang terjadi harus menjadi evaluasi dinas terkait, bahkan harus adanya kerjasama dengan dinas lainya untuk mempermudah untuk menyelesaikan persolan ini.
“Saran saya ya tolong kembali evaluasi mengenai volume pengambilan sampah dan ini harus menjadi konsen dinas terkait bukan hanya DLHK, dimana di dalamnya ada Dishub dan berkerjasama dengan Dinkes. Dan ini keputusanya ada di Bupati selaku leader dari mereka, apalagi terkait pemangkasan anggaran tersebut,” jelasnya.
Atas temun tumpukan sampah di Pasar Baru Karawang ini, Natala juga sempat memosting temuannya melalui akun medsos facebook milik pribadinya.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tidak peka dengan arti pentingnya factor kesehatan, coba lihat kondisi sampah sampah di area lokapala belakang pasar baru karawang yang setiap hari over flow hingga menutupi 2/3 badan jalan dan baunya tidak sedap, padahal lokasi TPS tersebut ditengah-tengah pemukiman, pertokoan dan pasar tradisional. Jangan karena alas an efisiensi anggaran tapi mengorbankan kepentingan orang banyak,” tulis Natala dalam akun facebook miliknya.
Postingan poitisi PDIP Karawang ni juga mendapatkan beragam komentar dari netizen. Salah satunya komentar dari netizen atas nama Nurhayati yang mepertanyakan solusi atas persoalan tumpukan sampah tersebut.
“Solusinya pa,” tulis netizen Nurhayati yang bertanya.
“Simpel bu Nurhayati, harusnya mereka bisa melakukan efisiensi anggaran dengan melihat skala prioritas dengan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat, malu ich Bupatinya seorang dokter tapi factor kesehatan diabaikan, coba lihat lalat berterbangan dimana-mana apakah tidak khawatir nempel dimakanan yang dijual dipasar tradisional tsb,” jawab Natala Sumedha. (red)






