Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Menguak Sisi Lain Gua Lele, Dulunya Laut Dangkal dengan Terumbu Karang

Gua Lele atau Gua Cilele.
banner 468x60

BaskomNews.com – Kekayaan alam berupa puluhan gua terbentang di wilayah karts Kecamatan Pangkalan Kabupaten Jawa Barat. Salah satunya adalah Gua Lele atau sering dibuat Gua Cilele di Kampung Tanah Beureum Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan yang telah menelan 3 korban Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) pada Senin (23/12/2019) kemarin.

Sayangnya, puluhan gua yang sebenarnya bisa menjadi potensi pariwisata di Kota Pangkal Perjuangan tersebut belum bisa dimaksimalkan oleh Pemkab Karawang.

banner 336x280

Dilansir dari Tagar.id, para ahli geologi menyebut, jika gua-gua yang terbentang di Kecamatan Pangkalan ini disebut sebagai ‘Bentang Alam Karts Karawang’. Sekitar tiga tahun lalu misalnya, tim geologi dari Bandung mengeksplore kawasan ini, sekaligus mempresentasikannya kepada Bupati Karawang.

Salah satu gua yang juga sempat didatangi para geologi tersebut adalah Gua Lele. Beberapa gua lain yang terbentang di Karts Pangkalan seperti Gua Cinyurup, Gua Walet, Gua Bau dan Gua Ciwulan juga tak luput dari penelitian para ahli geologi dari Bandung ini.

Menurut para ahli geologi, Bentang Karst Karawang tercipta pada era Miosen Tengah-Akhir atau kira-kira 10 sampai 15 juta tahun lalu. Formasi terciptanya bentang ini disebur “Formasi Parigi.” Jenis batuannya berupa gamping, kapur.

Diperkirakan kala itu wilayah Pangkalan merupakan daerah laut dangkal yang penuh dengan terumbu karang yang tumbuh subur dan lebat lantaran iklim laut yang hangat. Ketika kemudian wilayah itu “terangkat,” maka wilayah terumbu itu menjadi wilayah perbukitan. Wilayah ini “naik” sekitar 120 meter dari atas permukaan laut seperti tampak sekarang.

Hampir seluruh gua di wilayah ini merupakan gua vertikal dan kemudian menjadi sarang burung walet. Berdasarkan keterangan warga sekitar, Gua Lele sangat jarang dikunjungi warga, terlebih saat musim hujan turun. Beberapa warga hanya mengunjungi Gua Lele saat musim kemarau untuk keperluan mencari iklan lele.

Banyaknya iklan lele di dalam gua saat musim kemarau, kondisi gua inilah yang kemudian warga sekitar menyebutnya sebagai Gua Lele atau Gua Cilele.

Lantaran jarang dimasuki, maka praktis bisa disebut gua-gua di sini masih “asli.” Memang perlu peralatan dan ketrampilan khusus untuk masuk ke gua vertikal tersebut.  Gua-gua itu, selain masih dihiasi Stalaktit (mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua kapur) dan Stalakmit (batuan yang terbentuk di lantai gua, hasil dari tetesan air di langit-langit gua di atasnya, letaknya ada dibawah lantai gua) yang rata-rata panjangnya dua meter dan diameter 50 sentimeter, juga, di dasarnya yang sebagian besar  berair terdapat banyak ikan.

Sekali lagi, Gua Lele ini sangat jarang dikunjungi warga sekitar, terkecuali saat musim kemarau. Salah satu kelompok yang kerap “menikmati” gua di daerah Pangkalan ini adalah kelompok Mahasiswa Mapala Unsika. Karena kelompok ini memiliki ketrampilan dan peralatan untuk masuk gua ini.

Seperti halnya banyak gua yang cenderung jarang dimasuki orang, gua-gua di Karst Karawang memang mempesona. Gemericik air, stalaktif dan stalakmit yang memukau, plus keheningan suasana yang hanya ditingkahi suara air atau sesekali bunyi serangga, membuat siapa pun enggan untuk cepat naik dan keluar dari gua ini, jika telah berada di dalam “perutnya”.

Bentang Karst Karawang memiliki persamaan dengan Bentang Karst Kawasan Gunung Sewu, Jawa Timur. Bedanya, kawasan bentang Gunung Sewu relatif terjaga lingkungannya. Ini berbeda dengan kawasan Karst Karawang yang bisa dibilang telah rusak lingkungannya karena penebangan illegal, penggalian dan sebagainya.

Karena itulah ketika hujan deras turun Minggu (22/12/2019), maka salah satu akibatnya, curah air yang tak tertahankan menderu, masuk ke penjuru gua yang berada di sana. Lewat jalan dan celah apa pun. Air itu juga yang masuk deras ke Gua Lele dan terjebaklan sejumlah mahasiswa yang berada di dalamnya. (red)

banner 336x280