Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Baru Diresmikan Cellica, ‘Jembatan Biru-Kuning’ Longsor, PUPR Pastikan Aman!

Beberapa pekera sedang membenahi longsoran tanah di sekitar jembatan Unsika.
banner 468x60

BaskomNews.com – Baru saja diresmikan Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana pada Jumat (27/12/2019) kemarin, tanah di sekitar jembatan Unsika di Jalan H.S.Rongggo Waluyo Desa Puserjaya,Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawanglongsor.

Diduga kuat longsoran tanah di sekitar jembatan akibat diguyur hujan deras. Namun demikian, masyarakat dan pengguna jalan khawatir akan berakibat kepada ambruknya jembatan yang dicat warna Biru-Kuning tersebut.

banner 336x280

Mendengar kabar adanya longsoran tanah di sekitar jembatan, Bidang Jembatan dan Bidang Sumber Daya Alam (SDA) beserta Sekretaris Dinas PUPR langsung melakukan peninjauan dan penanganan atas kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan dinyatakan telah terjadi erosi tanah basah di sekitar jembatan pada Sabtu (28 12/2019) sekitar pukul 07.00-09.00 WIB.

“Dapat kami sampaikan bahwa terjadinya erosi tanah basah yang masih labil diakibatkan intensitas curah hujan dari sore sampai malam hari yang tinggi di sekitaran Jembatan Unsika. Air run off (limpasan permukaan) di sekitar jembatan terjadi karena belum adanya drainase di sekitar jembatan menuju ke aliran sungai, sehingga air run off tersebut menggerus sebagian tanah di ujung jembatan menuju sungai. Tetapi secara konstruksi jembatan cukup aman,” tutur Wahyu, Kepala Bidang Jembatan Dinas PUPR Karawang, Sabtu (28/11/2019).

Selanjutnya, bidang Jembatan dan Bidang SDA telah melakukan koordinasi segera di lapangan untuk segera dilakukan penanganan. Antisipasi agar kejadian tidak terulang, dilakukan pengukuran dan penanganan segera yang dimulai hari ini.

Diawali dengan memperbaiki yang tergerus dan mengisi kembali tanahnya dengan cerucuk, serta membuat jalan air run off berupa pipa langsung ke aliran sungai

“Bidang SDA akan membuat drainase lingkungan menuju aliran sungai, baik dari arah Unsika maupun dari arah Telukjambe untuk menghindari air run off menuju bangunan jembatan. Lalu membuat Turap Penahan Tanah (TPT) berupa pasangan baru beserta tali air di sekitar jembatan dan Bronjong di sepanjang garis sepadan sungai guna memperkuat bangunan jembatan,” kata Wahyu.

Sementara, Pelaksana pekerjaan jembatan Unsika, H. Saepul Riki menjelaskan, pembangunan jembatan Unsika sudah sesuai RAB (Rancangan Anggaran Biaya).  Sementara untuk TPT (Tempat Penahan tanah) belum dianggarkan Dinas PUPR Karawang.

Dijelaskan H. Riki, longsornya tanah di sekitar jembatan tidak mempengaruhi kontruksi jembatan. Lantaran kontruksi jembatan sudah dibuat sesuai perencanaan. “Untuk kontruksi jembatan aman dan masih bisa dilalui pengguna tanpa perlu khawatir,” tandasnya. (red)

banner 336x280