Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Cellica Gelar Mutasi Besar-besaran Jelang Pilkada, Dedi Ahdiat Tempati ‘Dinas Basah’

Proses seremoni mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Karawang.
banner 468x60

BaskomNews.com – Memasuki awal Januari 2020 yang secara kebetulan menjelang momentum Pilkada Karawang yang akan digelar September 2020 mendatang, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana kembali melakukan mutasi ratusan pejabat.

Sedikitnya, ada 490 pejabat yang kena mutasi kali ini. Prosesi simbolis mutasi jabatan sendiri digelar di GOR Panatayudha Karawang, Selasa (7/1/2020).

banner 336x280

Berdasarkan Keputusan Bupati Karawang Nomor : 821.24/Kep.73/BKPSDM/2020, akhirnya terjawab sudah teka-teki rasa penasaran publik mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas PUPR yang ditinggalkan H. Acep Jamhuri yang kini menjadi Plt Sekda.

Nama Dedi Ahdiat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMPTSP, kini dipercaya untuk mengisi Kepala Dinas PUPR yang sering disinggung sebagai ‘dinas basah’ tersebut.

Sementara DPMPTSP yang ditinggalkannya, kini diisi oleh Eka Sanatha yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda.

Untuk Kepala Bappeda yang baru, kini diisi oleh Asip Suhendar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP.

Dan ‘Dinas Penegek Perda’ tersebut (Satpol PP, red), kini diisi oleh Asep Wahyu Suherman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPBD.

Posisi Kepala BPBD sendiri kini diisi oleh Yasin Nasrudin  yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Diskominfo.

Mutasi jabatan juga terjadi di Disperindag yang ditinggalkan Widjojo yang mengalami pensiun jabatan. Kini, Kepala Disperindag dikendalikan oleh H. Ahmad Suroto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disnakertrans.

Sementara posisi Kepala Disnakertrans, penggantinya diisi oleh Okih Hermawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disbudpar.

Dan untuk pengganti Kepala Disbudpar, kini dipercayakan kepada Yudi Yudiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Disdukcatpil. Sementara posisi Kepala Disdukcatpil masih berstatus kosong atau belum ada penggantinya.

Selanjutnya, mutasi juga terjadi di Dinas Sosial. Kini, Kepala Dinas Sosial dipegang oleh Abdul Azis yang sebelumnya mejabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sama halnya yang terjadi di Disdukcatpil, posisi Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga masih berposisi kosong.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah, kini dikepala oleh Hadis Herdiana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Dan posisi yang ditinggalkan Hadis Herdiana, kini diisi oleh Endang Soemantri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat. Sebagai Komando Inspektorat yang baru, kini dipercayakan kepada Dadan Sugardan yang sebelumnya menjabat Kepala Disdikpora.

Dan nama Asep Junaedi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, kini menggantikan posisi Dadan Sugardan (Kepala Disdikpora).

Sebagai penggantinya, nama Ade Sudiana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), kini dipercaya memegang kendali Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Yang tak disangka-sangka justru nama Agus Mulyana yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Karawang. Kini, Agus Mulyana harus menempati jabatan barunya sebagai DPMD.

Dan sebagai penggantinya, kini Sekretaris DPRD ditempati oleh Uus Hasanudin yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Sementara itu, selain pejabat Eselon IIB yang terkena mutasi jabatan, mutasi juga terjadi di pejabat Eselon IIIA, Eselon IIIB, Eselon IVA, serta 2020 pejabat struktural.

Dan tentunya, mutasi besar-besaran menjelang Pilkada Karawang ada September 2020 yang dilakukan Bupati Cellica ini belum bisa mengisi sepenuhnya kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Karawang. Pasalnya, masih ada beberapa posisi jabatan yang kosong, termasuk kekosongan jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepala Discukcatpil.

Dan untuk mengisi kekosongan posisi jabatan Eselon II ini, Pemkab Karawang sendiri masih harus menunggu persetujuan dari KASN dan Mendagri untuk dilakukan open biding atau tidaknya. (red)

banner 336x280