Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

‘Poros Mekah’, H. Aep Syaepuloh Akui Banyak Masukan Supaya Jadi Wakil Cellica

H. Aep Syaepuloh.
banner 468x60

BaskomNews.com – Pasca munculnya ‘Poros Perjuangan’ dalam rencana koalisi di Pilkada Karawang yang terdiri dari PDIP, PAN, PPP, Hanura dan PBB (total 11 kursi), tiba-tiba saja muncul isu politik Pilkada Karawang mengenai ‘Poros Mekah’.

Mencuatnya isu ‘Poros Mekah’ ini diakui beberapa petinggi parpol di Karawang, seiring keberangkatan ibadah umroh Ketua DPC Demokrat Karawang, Cellica Nurrachadiana yang juga disusul keberangkatannya oleh Balonbup PKS, H. Aep Syaepuloh.

banner 336x280

Terlebih sebelumnya, H. Aep Syaepuloh sendiri pernah ‘blak-blakan’ kepada awak media mengenai ‘chemistry’ dirinya bersama Cellica Nurrachadiana.

BACA JUGA : Sepakat Koalisi, “Poros Perjuangan’ Bisa Tumbangkan Cellica-Jimmy

Meskipun pada kenyataanya, DPD PKS Karawang mendeklarasikan H. Aep Syaepuloh sebagai Calon Bupati Karawang bersama dua kader PKS terbaik lainnya, yaitu H. Budiwanto dan H. Abdul Hadi Wijaya.

Saat diklarifikasi dalam konferensi pers kegiatan ‘Deklarasi Calon Bupati Pilkada Karawang 2020’ di Hotel SwissBelinn Karawang, Minggu (26/1/2020) sore, H. Aep Syaepuloh mengakui, jika dirinya juga memang pergi berangkat ibadah umroh ke tanah suci Mekah.

Namun demikian, keberangkatannya tidak berbarengan dengan Cellica Nurrachadiana. “Poros Mekah ya!. Tapi memang betul kami ini poros yang paling bawah, sangat luar biasa. Dan memang perlu diketahui juga, waktu itu saya memang mau pergi umroh. Waktu itu ada salah temen media yang menanyakan juga,” tutur H. Aep Syaepuloh, saat mencoba menjawab pertanyaan BaskomNews.com.

“Cellica juga umroh. Ya saya memang mau umroh. Cuma saya bilang waktu itu waktunya tidak bersamaan. Ibu ya dengan ibu. Saya dengan istri saya. Karena Cellica bukan istri saya,” timpal H. Aep Syaepuloh, seraya mengajak sedikit bergurau awak media yang hadir.

Apakah deklarasi yang dilakukan PKS Karawang tidak terlalu terburu-buru? Mengingat sebelumnya H. Aep Syaepuloh juga dikabarkan akan diusung Partai Golkar?. Apakah deklarasi ini merupakan bagian strategi PKS untuk ‘mengunci’ H. Aep Syaepuloh agar tidak nyalon dari Partai Golkar?

“Yang namanya partai punya strategi sendiri. Sama mungkin kayak NasDem yang kadang punya ciri khas tersendiri. PKS juga begitu. Alhamdulillah dengan PKS seperti ini, saya akui mesin partai PKS yang namanya dari mulai DPD, DPC ini sangat luar biasa,” papar H. Aep Syaepuloh, saat kembali mencoba menjawab pertanyaan kedua wartawan BaskomNews.com.

Masih dijelaskan H. Aep Syaepuloh, beberapa orang yang menginginkan ia menjadi wakil dari Cellica Nurrachadiana banyak. Namun sayangnya, H. Aep mengaku tidak terlalu banyak melakukan komunikasi politik lanjutan, dengan alasan takut disebut ‘kecentilan’.

“Yang menginginkan saya jadi wakil Cellica banyak. Karena hari ini saya baik dengan beliau (Cellica), saya baik juga dengan Jimmy, saya baik juga dengan Neng Gina. Tapi gak ada komunikasi. Nah, saya mah tidak pernah mau centil-centil. Karena biasanya yang centil-centil itu sok ganjen teuing,” tandasnya, saat kembali mengajak ‘guyon’ awak media. (red)

BACA SEBELUMNYA : Jimmy Tak Masuk Radar Koalisi PKS, Ini Klarifikasi Kang DeSud

banner 336x280