BaskomNews.com – Komisi III DPRD Karawang menilai masih adanya kesenjangan pembangunan di Kabupaten Karawang. Pasalnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemkab Karawang masih terfokus di wilayah perkotaan, belum merambah ke pelosok desa.
“2019 menjadi acuan pemikiran 2020, Pemkab Karawang masih berkutat di persoalan devisit. 2019 kemarin belum terselanggaranya pembangunan yang merata terutama dapil 2 dan 3,” tutur Endang Sodikin, Ketua Komisi III DPRD Karawang.
Menurut Endang, pihaknya mencatat di 2019 Pemkab Karawang memberikan lompatan yang menguras APBD dengan dilakukannya pembangunan proyek besar seperti Lapang Karangpawitan, Gedung Pemda II, GOR Panatayuda, Rumah Dinas Bupati (RDB) dan beberapa pembangunan jembatan.
Namun sayangnya, pembangunan infrastruktur tidak diiringi dengan pembangunan Sumber Daya Manusia.
“Kelemahan Pemkab Karawang pada era ini belum terbangun secara sistematis untuk mendongkrak ekonimi masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data angka kemiskinan di Kabupaten Karawang mencapai 200 ribu lebih. Menurut Endang Sodikin, ini menjadi sebuah catatan apakah dengan maraknya pembangunan bisa menaikan tarap hidup masyarakat Karawang.
“Angka kemiskinan di Karawang itu pasti bertambah,” pungkasnya. (red)






