BaskomNews.com – Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) mengaku sudah mengenak sosok Juanda, Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Kecamatan Banyusari yang mengaku sebagai Pimpinan Kerajaan King Of The King.
“Saya secara pribadi kenal dengan yang bersangkutan sewaktu masih bertugas di Kecamatan Lemahabang Wadas,” tutur Wabup Jimmy, saat ditemui awak media di rumah dinasnya, Kamis (30/1/2020).
“Saya dulu pernah mengingatkan sama dia, kalau anda cinta sama Bung Karno, maka laksanakan ajaran Bung Karno itu dengan baik. Jangan terobsesi dengan harta warisan, harta amanah dan lain-lain. Karena warisan Bung Karno itu bukan warisan uang bagi Bangsa Indonesia. Tapi melahirkan negara kesatuan republik Indonesia tercinta ini. Karena Bung Karno sendiri hidup dalam kesederhanaan. Masa tuanya beliau tidak dihiasi dengan glamor, bergelimangan harta dimana-mana,” timpal Wabup Jimmy.
Sekitar tahun 2011 saat dirinya menjabat sebagai Anggota DPRD Karawang, Wabup Jimmy mengaku sudah pernah mengingatkan Juanda agar tidak terobsesi dengan halusinasi.
“Yang bersangkutan sudah saya ingatkan untuk tidak terobesesi dengan halusinasi dan penerawangan-penerawangan seperti itu. Sudah lama sebetulnya dia itu terobsesi dengan hal-hal goib yang sepertinya dia sendiri tidak kenal dengan hal goib,” paparnya.
Agar tidak menjadi kegaduhan publik yang berkepanjangan, Wabup Jimmy meminta BKPSDM Karawang untuk segera menyikapi persoalan Juanda yang mengaku sebagai Pimpinan Kerajaan King Of The King dengan cara memberikan sanksi administratif, tanpa disertai sanksi pemecatan karena alasan bukan termasuk makar.
“Saya kira wajib diambil sikap, tapi saya tidak setuju yang bersangkutan diberhentikan. Karena ini tidak termasuk dalam kategori makar. Hanya pola pikirnya ini yang harus diluruskan,” kata Wabup Jimmy.
Tetapi saat disinggung wartawan apabila ‘kelakuan’ Juanda dinyatakan oleh hukum sebagai perbuatan makar, Wabup Jimmy mengaku setuju jika diberikan sanksi pemecatan terhadap Juanda. “Setuju saya setuju,” tambahnya.
“Saya kira kongkritnya yang bersangkutan harus segera diberikan sanksi administratif untuk fokus kembali bekerja sebagai ASN, abdi negara yang melayani sesuai sumpah jabatan yang diambil bersangkutan,” timpal Wabup Jimmy, sambil menegaskan kepada media tidak ada PNS lain di Karawang yang seperti Juanda.
”Kepada masyarakat Karawang, apabila ada orang atau kelompok mengajak kepada hal-hal halusinasi, sudah jangan percaya, karena kita ini muslim,” imbaunya. (red)
BACA SEBELUMNYA : Karawang Dihebohkan ASN Akif yang Mengaku Petinggi Kerajaan King Of The King






