BaskomNew.com – Tak kunjung ditemui Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, masa aksi demonstrasi yang mengatasnamakan masyarakat Karawang Selatan ini terus menyindir Cellica Nurrachadiana sebagai Bupati PHP (Pemberi Harapan Palsu).
Terpantau awak media Rabu (11/3/2020), sampai pukul 12.30 WIB masa aksi ini terus bertahan di depan gerbang kantor Pemkab Karawang sambil menunggu kedatangan Bupati Cellica. Spanduk-spanduk aksi tuntutan ‘Tutup Total PT Atlasindo Utama’ terpampang di gerbang kantor Pemkab Karawang.
Masa aksi menagih janji Bupati Cellica yang pernah mengeluarkan pernyataan akan menutup operasi pertambangan PT Atlasindo Utama di wilayah Karawang Selatan. Bahkan, pernyataan Bupati Cellica yang sudah direkam tersebut diputar kembali masa aksi dengan sound system mobil komando aksi.
“Mungkin supaya bupati dan stafnya ingat, rekaman itu mau saya putar kembali sekarang,” tutur salah seorang orator aksi Redi Nugraha, yang langsung memutarkan suara rekaman Bupati Cellica yang telah mengeluarkan pernyataan akan menutup operasi PT Atlasindo Utama.
“Menurut saya statemen bupati itu PHP. Karena terkadang Atlasindo masih terlihat beroperasi, buktinya itu ada. Tapi tidak pernah mendapatkan tindakan tegas dari pemda. Ada ketidak konsistenan setelah bupati mengeluarkan pernyataan tutup Atlasindo. Terbukti, ketika DLHK masih membuka ruang pengajuan UKL-UPL Atlasindo. Seolah-olah ini hanya permainan sandiwara mereka saja,” kata Redi Nugraha dalam orasinya.
“Dan Bupati Karawang adalah Bupati tukang PHP. Setuju tidak kawan-kawan,” teriak Redi Nugraha, sambil dibalas teriakan ‘Waduuuuuul…!’ atau ‘pembohong’ oleh masa aksi lainnya.
BACA JUGA : Bupati Cellica Kembali Didemo, Warga Tagih Janji Tutup Pertambangan Atlasindo
Kepada BaskomNews.com, tokoh pemuda Karawang Selatan, Hilal Tamami menuturkan, pernyataan Bupati Cellica yang akan menutup PT Atlasindo Utama merupakan pernyataan ‘kebohongan’. Karena semenjak operasi PT Atlasindo Utama disegel atau ‘ditutup sementara’ oleh DLHK dan Satpol PP Karawang, sampai saat ini DLHK masih membuka ruang negosiasi kepada PT Atlasindo Utama dengan menerima pengajuan perubahan UKP-UPL.
Sampai akhirnya Satpol PP dan DLHK dilaporkan PT Atlasindo Utama ke Polda Jawa Barat atas tuduhan ‘memasuki pekarangan orang lain tanpa izin’ dan tuduhan ‘pengrusakan’, tegas Hilal, sampai saat ini belum ada pernyataan tegas ‘secara tertulis’ dari Pemkab Karawang untuk menutup operasi pertambangan PT Atlasindo Utama.
“Kami curiga ini hanya permainan antara pengusaha dengan penguasa. Karena sampai saat ini belum ada pernyataan tegas tertulis dari Bupati Karawang untuk menutup operasi Atlasindo. Makanya hari ini masyarakat datang kembali untuk menagih janji dan pernyataan Bupati Cellica itu,” tandasnya. (red)
BACA SEBELUMNYA (Mengenai pernyataan Bupati Cellica yang akan meenutup PT Atlasindo Utama) : Bupati Karawang: Atlasindo Segera Tutup Total!








