BaskomNews.com – Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran virus corona Karawang, dr. Fitra Hergyana menyebut, jika 65% kasus positif terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Karawang didominasi oleh kaum perempuan. Yaitu dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif 36 perempuan dan sisanya 29 orang laki-laki.
Berdasarkan data gugus tugas, kasus terkonfirmasi positif virus corona di Karawang masih terus bertambah setiap harinya. Tercatat, kembali adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4 (empat) orang pada Sabtu, 18 April 2020 per pukul 14.00 WIB.
Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) juga ada yang meninggal dunia. Pasien tersebut juga sudah dimakamkan. Diketahui, PDP tersebut juga sudah memiliki riwayat penyakit akut. “Hari ini kembali kabar duka, PDP meninggal satu orang,” ujar dr. Fitra Hergyana.
Penambahan kasus tersebut menambah daftar kasus terkonfirmasi di Karawang sebanyak 65 orang, dengan rincian 57 orang masih dalam observasi/isolasi, empat orang meninggal dunia dan empat orang sembuh.
Untuk PDP terdata 151 orang, selesai 85 orang, meninggal empat orang dan masih dalam pengawasan 62 orang. Sementara, ODP di Kabupaten Karawang ada 3.061 orang, selesai pemantauan 1.935 orang, dan masih dalam pemantauan 1.126 orang.
“Untuk orang tanpa gejala terdapat 274 orang yang terdata. Selesai 49 orang dan masih dalam pemantauan 225 orang,” kata dr. Fitra.
“Semuanya WNI, warga Karawang. Mereka yang positif juga berusia rentan. Yakni usia 50-59 tahun ada 18 orang, 60-69 tahun ada 5 orang dan usia di atas 80 tahun ada 1 orang. Sisanya usia di bawah 50 tahun,” kata dr. Fitra.
Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia 50 tahun ke atas adalah kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Untuk itu, ia kembali mengingatkan kepada masyarakat Karawang dan para pemuda untuk membantu pemerintah memerangi penyebaran Covid-19 dengan sosial distancing dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.
dr. Fitra mengatakan, dari data divisi fasilitasi kesehatan selalu memonitoring 24 jam untuk ketersediaan bed, ruangan isolasi ataupun rujukan, untuk mengantisipasi adanya kasus konfirmasi positif Covid-19. Dijelaskan dr. Fitra, ada 166 bed untuk pasien konfirmasi positif Covid-19 dan PDP.
“Ruangan PDP dan pasien positif tentunya berbeda dan dipisah. Nanti tim juga membantu proses pra rujukan dari Puskesmas ke RS rujukan,” kata dia.(rls)








