Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Kontroversi Jalan Tuparev Hari Pertama PSBB, Pagi Ditutup Sorenya Dibuka Lagi

banner 468x60

BaskomNews.com – Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Karawang menuai kontroversi. Hal ini terlihat saat aparat kepolisian menutup akses jalan Tuparev-Kertabumi.

Sontak saja, penutupan akses jalan pusat perbelanjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat ini mendapat tanggapan beragam dari warga Karawang melalui media sosial facebook. Yaitu dimana masyarakat mempertanyakan alasan penutupan akses jalan Tuparev-Kertabumi yang sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi dari Pemkab Karawang.

banner 336x280

Penutupan akses jalan Tuparev ini juga sempat mengundang reaksi dari Anggota DPRD Karawang, Indriyani. Melalui foto yang beredar, politisi Partai NasDem ini sempat mempertanyakan kepada salah satu anggota kepolisian yang berjaga mengenai alasan kenapa akses jalan Tuparev mendadak ditutup.

Anggota DPRD Karawang, Indriyani saat bertanya kepada salah satu anggota kepolisian mengapa akses jalan Tuparev ditutup mendadak.

Bahkan atas penutupan akses jalan Tuparev-Kertabumi ini, Ikatan Pedagang Pasar Karawang (IPPK) sempat mengancam akan mendemo Bupati Karawang atas penutupan akses jalan Tuparev tersebut. Karena penutupan akses jalan Tuparev merugikan para pedagang pasar dan tidak sesuai dengan Perbup PSBB yang dikeluarkan bupati.

Yaitu dimana secara aturan tidak ada penutupan akses jalan selama PSBB. Hanya pembatasan jam operasional toko, pasar swalayan sampai pasar tadisional dari pukul 03.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Penutupan Jalan Tuparev jelas sangat merugikan para pedagang, juga tak sesuai aturan,” kata Ketua IPPK, Asep Kurniawan, Rabu (6/5/2020).

Namun demikian, beragam pertanyaan warga soal penutupan akses jalan Tuparev ini langsung dijawab oleh Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana melalui akun facebook milik pribadinya.

Dalam postingan akun facebook milik pribadinya, Bupati Cellica menjelaskan, hari pertama PSBB di Karawang banyak sekali respon dari masyarakat terutama penyekatan jalan di Tuparev.

“Perlu kami jelaskan akang atau teteh, Tuparev merupakan pusat bisnis barang-barang non konsumtif seperti toko textil, elektronik dan lain-lain yang tidak boleh buka selama PSBB berlangsung. Oleh karena itu, kami perlu memastikan toko-toko tersebut tidak beroperasi karena menjadi pusat perkumpulan banyak orang,” kata Bupati Cellica.

Masih disampaikan Bupati Cellica, pihaknya beberapa waktu lalu mengklaim sudah melakukan sosialisasi. Hanya saja, hari pertama PSBB masih ada beberapa toko yang harusnya tutup namun tetap buka dan beroperasi.

“Kami tidak bisa langsung melakukan penutupan begitu saja. Harus diberikan lagi sosialisasi dan pemahaman kepada pemilik-pemilik toko di Tuparev untuk tutup sementara sampai PSBB ini berakhir. Selama sosialisasi lanjutan hari ini kepada pemilik toko, Tuparev kami sekat dulu, menahan pengunjung datang ke toko,” paparnya.

Dihimbau Bupati, masyarakat yang mau lewat jalan Tuparev, mohon bersabar untuk mencari jalur alternatif lain. “Insya Allah, hasil evaluasi tim gabungan jalur tersebut tetap akan dibuka. Sore ini insya Allah penyekatan Tuparev dibuka kembali,” sambungnya lagi.

Diinformasikan olehnya juga, sementara untuk Pasar Baru Karawang tetap buka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku selama PSBB berlangsung. (Cr1)

banner 336x280