Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

334 Pedagang Pasar Cikampek Ikut Rapid Test, Hanya 1 Pelayan Toko yang Reaktif

banner 468x60

BaskomNews.com – Sebanyak 334 pedagang dan pengunjung di Pasar Cikampek I mengikuti rapid test yang digelar Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang. Hasilnya, seorang pelayan toko di Pasar Cikampek I mendapati hasil reaktif rapid test.

Kasie Surveilans dan Imunisasi Dinkes Karawang, dr. Nurmala Hasanah mengatakan, dari 334 pedagang dan pengunjung Pasar Cikampek I hanya didapati seorang wanita pelayan toko yang hasilnya reaktif.

banner 336x280

“Hanya ada satu orang saja yang hasil rapid test-nya reaktif, dan satu orang tersebut langsung kita bawa ke RS Paru Jatisari guna dilakukan swab test dan PCR,” kata dr. Nurmala kepada awak media, Kamis (15/05/2020).

Dijelaskan Nurmala, hasil reaktif dari rapid test tersebut belum bisa dipastikan bahwa seseorang tersebut positif terkena paparan Covid-19 atau tidaknya.

“Hasil reaktif dari rapid test ini bisa saja bahwa seseorang itu memang kondisi imunnya sedang lemah atau kondisi kesehatannya sedang tidak stabil. Jadi masyarakat jangan khawatir, apalagi sampai mengkucilkan seseorang yang hasilnya reaktif dari hasil rapid test itu. Karena negatif atau positifnya seseorang dari hasil reaktif rapid test akan ketahuan dari hasil swab test dan PCR di RS Paru Jatisari,” terangnya.

Rapid test di hari ke tiga di Pasar Cikampek I yang bertempat di halaman Terminal Type A Cikampek ini sempat sepi peminat, lantaran banyaknya sejumlah pedagang dan pengunjung yang takut akan melakukan rapid test secara gratis oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19.

“Awalnya memang sempat banyak yang takut untuk melakukan rapid test. Namun setelah kami berikan sosialisasi dan edukasi terkait paparan penyebaran virus ini, akhirnya banyak dari pedagang dan pengunjung pasar yang berbondong-bondong ingin melakukan rapid test,” katanya.

Ditambahkan Nurmala, pihaknya menerjunkan 5 tim yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas tersebut guna melakukan penyisiran dan memberikan sosialisasi serta edukasi rapid test itu.

“Kami bentuk 5 tim untuk menyisir seluruh area Pasar Cikampek. Mulai dari Pasar Cikampek I, Pasar Tradisional Cikampek, Pasar Gudlay Cikampek, Plaza Cikampek dan area sekitaran Fly Over Cikampek,” paparnya.

Sementara dari pantauan di lokasi, tim yang diterjunkan juga melibatkan unsur TNI-Polri guna membantu masyarakat melakukan rapid test. Bahkan, sejumlah personel anggota polisi bersenjata laras panjang dari Brimob Polda Jabar turut serta menjaga dan melakukan upaya sosialisasi program rapid test.

“Ya ada dari Brimob Detasemen C Polda Jabar juga turut serta membantu kami guna memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Bapak-bapak ini (anggota polisi, red) bersenjata lengkap bukan untuk menakut-nakuti masyarakat ya,” terangnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Dadang (40) pedagang di Pasar Cikampek I menambahkan, dirinya sempat khawatir dengan hasil dari rapid test tersebut. Namun setelah mendapat penjelasan edukasi dari pihak terkait, ia bersama pelayan tokonya langsung bergegas melakukan rapid test.

“Ya takut saja, karena selama ini banyak simpang siur kabar bahwa hasil dari rapid test ini banyak kelirunya. Yang negatif tapi memiliki gejala yang sama, saat dilakukan rapid test hasilnya positif, sedangkan saat dilakukan swab test hasilnya negatif. Jadi kami sempat khawatir, tapi setelah mendapat banyak penjelasan edukasi yang kami terima, ya kami bersedia dengan sendirinya untuk di rest,” tandasnya. (Cr1)

banner 336x280