BaskomNews.com – Terkait polemik pernyataan Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar yang menuai kontroversi, sehingga diminta untuk mengklarifikasi pernyataannya di sejumlah media dari kalangan pengusaha APINDO dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Karawang, Pendi Anwar langsung melakukan klarifikasi.
Pendi Anwar menampik bahwa pernyataannya di media sosial tentang beras berbau dan berkutu yang diperuntukkan dapur umum merupakan jenis bantuan dari kalangan para pengusaha di Karawang.
“Saya tidak pernah berstatement seperti itu, apalagi di medsos. Mana buktinya jika saya berstatement di medsos. Saya hanya memberikan statement bahwa beras tersebut bukan dari refocusing APBD 2020 untuk Bansos Covid-19. Saya statement seperti itu karena kan ramenya ini Bansos Covid,” kata Pendi Anwar, kepada Baskomnews.com, Kamis (14/05/2020).
Bahkan menurut Pendi, ia tidak pernah menuduh beras berbau dan berkutu tersebut dibeli oleh kalangan pengusaha dari APINDO dan Kadin Karawang.
“Saya tidak pernah menuduh beras tersebut dibeli oleh pengusaha, baik Apindo maupun Kadin. Justru kita berterima kasih kepada semua masarakat luas yang sudah peduli mau ikut membantu. Contohnya seperti komunitas Tionghoa terus Kang Dewasena dari GMBI yang sudah banyak membantu untuk penanganan penyebaran paparan wabah pandemi Covid-19 ini, kan bagus itu,” timpalnya.
Menurut Pendi, berbanding terbalik atas tudingan yang dituduhkan kepada dirinya yang telah berstatement jika beras berbau dan berkutu merupakan hasil dari kalangan pengusaha.
“Itu yang kemarin saya pertanyakan ke Pak Sekda, kalau ada bantuan berupa uang digunakan kemana saja. Karena waktu rapat Banggar, dari Fraksi PDIP mempertanyakan apakah ada sumbangan berbentuk uang, terus digunakan untuk apa saja bantuan uang tersebut,” papar Pendi.
Pendi menyayangkan atas tudingan statement di medsos yang membawa namanya hingga membuat gaduh kalangan pengusaha di APINDO dan Kadin Karawang.
“Sangat salah besar kalau saya dituduh berstatement di medsos seperti itu. Saya gak pernah ngomong di medsos seperti yang diramaikan saat ini. Kalau diklarifikasi di media cetak dan online, iya. Dan saya bilang beras itu bukan dari refocusing APBD. Bahkan pernyataan saya di media juga tidak menyebut atau menuduh beras berbau dan berkutu itu didapat dari kalangan pengusaha yang tergabung di APINDO dan Kadin Karawang,” tegasnya lagi.
Kemudian, atas polemik beras berbau dan berkutu yang diperuntukkan guna bantuan sosial di dapur umum selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), Pendi juga mengaku telah menegur Kepala Bulog Karawang.
“Saya bahkan sudah tegur langsung Kabulog untuk melakukan penarikan beras berbau dan berkutu itu, serta minta diganti dengan beras yang bagus. Dan itu telah disepakati oleh pihak Bulog Karawang,” pungkasnya. (Cr1)






