BaskomNews.com – Ridwan Kamil sudah dikenal masyarakat sebagai Gubernur Jawa Barat yang aktif di media sosial. Salah satu medsos andalannya untuk berkomunikasi dengan masyarakat setiap hari adalah melalui akun instagram milik pribadinya @ridwankamil.
Ada salah satu postingan RK yang menarik yang membuat perut para netizen menggelitik. Di tengah sosialisasi perkembangan pandemi Covid-19 Jawa Barat yang sering diposting lewat akun instagramnya, RK memposting berita Detik.com yang mewartakan ‘Angka Kehamilan di Cirebon Naik Selama Pandemi Corona’.
“Negatif covid tapi positif hamil. Mohon para suami rada diselowkan dulu, jangan digasleun teuing. Kalau lahir masih saat pandemi covid, nama bayinya kira2 apa?”, tulis RK dalam akun instagram milik pribadinya tersebut.

Sontak saja, postingan RK pada Rabu (3/6/2020) mengundang komentar lucu beragam dari para netizen instagram.
“Teu kaop ka toel atuh da pa suami teh,, (maksudnya suami gak kuat kalau istrinya megang sedikit saja),” tulis netizen @an_tania_ dalam komentarnya.
“Ya salah kamu atuh. Tong noel di organ yang sedang PSBB (ya salah anda. Yang pegang-pegang di organ yang sedang PSBB,” balas RK dalam komentarnya lagi.
Komentar lucu juga ditulis netizen lain di postingan RK yang memiliki 125.555 like dan 9.495 komentar tersebut.
“Habis pandemi beres, gugus tugas istirahat, BKKBN kerja keras,” tulis netizen @Pujiastuti_dr dalam komentarnya.
“Boro2 hamil pa nju jaga jarak. Soal na di mobil ge kedah jaga jarak komo di kasur wkwkwk,” tulis netizen @yuliaazzahra16 dalam komentar lucu lainnya.
“Sari covidah, nia karantina, maskerina, locky downi, handi santiza,” tulis netizen @Intanfadillah dalam komentarnya.
Melalui postingan ini, mungkin RK bermaksud melakukan sosialisasi perkembangan pandemi Covid-19 yang berbeda. Di tengah kekhawatiran masyarakat Jawa Barat soal wabah ini, RK mungkin bermaksud ingin memberikan sedikit hiburan kepada warganya.
RK pun seakan satu pemikitan dengan inti di dalam berita Detik.com yang dipostingnya. Yaitu dimana wabah corona ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, ekonomi dan bisnis. Melainkan juga berpengaruh terhadap angka kelahiran anak secara tidak langsung. (red)






