BaskomNews.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi meninjau role model percontohan Kampung Tangguh di Desa Klari Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6/2020).
Kedatangan Kapolda ini disambut langsung Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Komandan Korem 063/Sgj Kolonel Arm Maryudi, Kapolres Karawang AKBP Arif Rahman, Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo dan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang.
Disampaikan Kapolda, Provinsi Jawa Barat memiliki 645 kelurahan dan 5.312 desa, dan Kampung Tangguh yang ada di Desa Klari Kecamatan Klari Karawang ini merupakan Role Model yang akan diikuti oleh seluruh Kelurahan atau Desa yang ada di Provinsi Jawa Barat.
“Kegiatan peninjauan ke Kampung Tangguh di Kabupaten Karawang ini dilaksanakan dalam rangka menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Karawang guna menghadapi dampak wabah pandemi Covid-19, serta memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak wabah pandemi Covid-19,” tutur Kapolda.
Sebagai tindak lanjut Instruksi Kapolri, Kampung Tangguh merupakan pembentukan untuk penguatan ketahanan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19. “Maka sebagai bentuk sinergi antara Polri bersama TNI, Pemda dan masyarakat, disiapkan konsep Kampung Tangguh,” terangnya.
Masih disampaikan Kapolda, Konsep Kampung Tangguh sendiri melibatkan peran serta masyarakat yang memiliki kontribusi besar dalam penguatan ketahanan masyarakat di tengah wabah pandemi covid-19 dengan menjunjung rasa gotong royong dan menumbuhkan kepedulian dalam penanganan covid-19 di masyarakat pedesaan.
“Kampung Tangguh memenuhi kriteria tangguh dalam hal ketahanan kesehatan, sumber daya manusia, ketahanan pangan, informasi, keamanan, psikologi masyarakat dan budaya,” paparnya.
“Kampung tangguh ini bila dikembangkan sangat efektif, karena setiap desa memiliki tujuh ketangguhan tadi. Insya Allah menjadi kekuatan yang luar biasa di Jawa Barat yang merupakan penopang ekonomi Jawa Barat,” timpal Kapolda.
Adapun yang dimaksud dengan Tangguh Kesehatan antara lain ketersediaan APD untuk evakuasi pasien Covid-19, kesiapan petugas pemulasaran jenazah, ruang isolasi yang telah disiapkan desa setempat, kesiapan New Normal atau Adaptasi Kehidupan Baru (ABK) dengan pedoman Protokol Kesehatan yaitu penggunaan masker, jaga jarak dan cuci tangan.
“Dan yang tidak kalah pentingnya, Kampung Tangguh juga mempersiapkan Ketahanan Pangan Masyarakat, sehingga masyarakat dapat produktif di tengah terjadinya wabah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Cr1)






