BaskomNews.com – Teka-teki dukungan Golkar Karawang di Pilkada Karawang 9 Desember 2020 mendatang akhirnya terjawab sudah, setelah DPP Partai Golkar secara resmi mengeluarkan surat rekomendasi kepada calon petahana Cellica Nurrachadia sebagai Bakal Calon Bupati Karawang pada Rabu (27/8/2020) malam.
Meskipun Cellica Nurrachadiana mengambil bakal calon wakil bupatinya dari PKS H. Aep Saepulloh, Golkar Karawang sendiri mengaku tidak mempermasalahkannya. Golkar Karawang beralasan hanya ingin mengamankan apa yang sudah menjadi amanat DPP Partai Golkar di Pilkada Karawang.
Ketua Tim Pilkada DPD Golkar Karawang, Timmy Nurjaman menyampaikan, semua proses penjaringan bakal calon tahapan Pilkada Golkar Karawang sudah dilakukan. Dimana saat itu Golkar Karawang melakukan penjaringan bakal calon secara tertutup, sampai akhirnya melakukan rapat pleno internal dan memutuskan akan mendukung pencalonan Cellica Nurrachadiana.
Wakil Ketua I Bidang Organisasi DPD Golkar Karawang ini juga menjelaskan, semua proses penjaringan bakal calon yang dilakukan Golkar Karawang melalui Tim Pilkada sudah mengacu kepada Juklak. Saat itu hanya Cellica Nurrachadia yang mendaftar sebagai bakal calon bupati di internal Golkar Karawang. Meskipun ada 4 nama kader terbaik Golkar Karawang yang ikut mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.
“Alhamdulillah, malam tadi rekomendasi DPP Golkar telah turun kepada Cellica Nurrachadiana. Kenapa ke Cellica?. Karena Cellica satu-satunya calon yang melakukan proses pendaftaaran di Golkar Karawang,” tutur Timmy Nurjaman, saat menggelar konferensi pers di kantor DPD Golkar Karawang, Kamis (27/8/2020).
Ketua DPD Golkar Karawang, H. Sukur Mulyono menjelaskan, keputusan DPP Partai Golkar untuk mendukung pencalonan Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020 ini sudah final. Sehingga semua kader Golkar Karawang harus tunduk dan patuh atas keputusan DPP Golkar tersebut.
“Kami sifatnya hanya mengusulkan. Apalagi yang mendaftar Balonbup di Golkar saat itu hanya Cellica. Meskipun ada 4 kader kita mendaftar BalonWabup. Kita juga sudah mengusulkan 4 kader terbaik Golkar sebagai BalonWabup. Tetapi malam tadi keputusan DPP sudah keluar. Sehingga kita harus fatsun terhadap keputusan itu,” kata Mulyono.
Disinggung apakah Golkar tidak mempermasalahkan BalonWabup yang didukungnya bukan merupakan kader Partai Golkar, melainkan malah dari kader PKS yaitu H. Aep Saepulloh, Mulyono kembali menegaskan jika keputusan DPP Partai Golkar sudah keluar, maka semua kader dan pengurus Golkar Karawang harus taat dan patuh.
“Apapun keputusan DPP, kita taat dan fatsun. Malam tadi rekom sudah ditetapkan, itu merupakan kewenangan dari DPP. Dan kitaa sifatnya hanya menjalankan amanah partai. Kami prinsipnya satu, kita sudah berjuang mengusulkan calon internal. Tapi kalau DPP sudah memutuskan, ya kita harus fatsun terhadap keputusan partai,” terang Mulyono.
Masih disampaikan Mulyono, jauh-jauh hari Golkar Karawang sudah memanaskan mesin partai sampai tingkat PD (Pengurus Desa). Sehingga hari ini Golkar Karawang tinggal ‘memencet tombol’ untuk menggerakan semua mesin partai dalam memenangkan pertarungan Pilkada 2020.
“Hari ini pun kita sudah bergerak. Dan besok kita akan melakukan deklarasi di Tugu Rengasdengklok bersama dengan partai koalisi yang lain. Kami yakin akan memenangkan pertarungan ini. Keputusan DPP ini sudah harga mati bagi semua kader dan pengurus Golkar Karawang. Tidak ada kata lain untuk patuh terhadap keputusan partai. Siapapun yang tidak taat dan tidak patuh, silahkan mengundurkan diri atau dikeluarkan dari Golkar,” tegas Mulyono. (red)












