BaskomNews.com – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana membantah adanya ‘orang dalem’, sehingga segel PT Exedy Manufacturing Indonesia kembali dicopot.
Menurut dr. Fitra, pencopotan kembali segel PT Exedy karena alasan pasien (karyawan) yang positif corona di perusahaan sudah sembuh semuanya.
“Jadi begini kang, saat itu kita datang ke perusahaan untuk segel (Rabu 26 September 2020, red), dari 15 karyawan yang terpapar, sisa 1 karyawan lagi yang belum sembuh. Nah, kemarin kitu segel dicopot karena semuanya sudah sembuh,” kata dr. Fitra Hergyana, Selasa (1/9/2020).
Alasan lainnya segel PT Exedy dicopot, sambung dr. Fitra, karena dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pemerintah memang sedang fokus untuk pemulihan ekonomi. “Jadi supaya kondisi dan aktivitas ekonomi kembali normal,” terangnya.
Disinggung bukankah masa inkubasi virus corona itu selama 14 hari ke depan, sehingga PT Exedy tidak boleh melakukan aktivitas terlebih dahulu hingga 14 hari ke depan sesuai jadwal segel yang dilakukan gugus tugas, menjawab pertanyaan ini dr. Fitra menjelaskan, jika PT Exedy saat ini sudah menjalankan protokol kesehatan sesuai arahan gugus tugas.
“Yang diisolasi atau dikarantina kan karyawannya kang. Jadi pabriknya tetap boleh buka, asal menjalankan protokol kesehatan. Tapi karyawannya tetap harus dirumahkan selama 14 hari ke depan, meski sudah dinyatakan sembuh,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerhari Pemerintahan Asep Agustia SH, MH sempat mempertanyakan adanya kabar ‘orang dalem’, sehingga segel PT Exedy kembali dicopot.
Menurut praktisi hukum yang lebih akrab disapa Askun ini, pencopotan kembali segel PT Exedy ini jelas tidak memberikan rasa keadilan kepada perusahaan lain yang ikut disegel karena dampak karyawannya terpapar virus corona, khususnya PT DNP yang ikut disegel oleh gugus tugas.
Terlebih ditegaskan Askun, masa inkubasi virus corona adalah 14 hari. Sehingga meskipun karyawan PT Exedy yang terpapar sudah dinyatakan sembuh, namun bukan berarti kondisi lingkungan perusahaan sudah aman dari virus corona. (red)






