Purwakarta – Nasib nahas harus menimpa empat orang pekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi yang ada di Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, empat orang pekerja itu mengalami luka bakar cukup serius setelah tersengat listrik bertegangan tinggi.
Usut punya usut, keempat pekerja yang tersengat listrik itu lantaran tengah memasang tiang kabel milik salah satu perusahaan telekomunikasi di wilayah Desa Cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jabar.
“Kecelakaan kerja ini terjadi, diduga akibat kelalaian dari para pekerja. Korban 1, 2, dan 3 yang memegang tiang sambil mendorongnya dari bawah, rupanya ujung tiang menempel di kabel listrik milik PLN yang memiliki tegangan tinggi sehingga timbul ledakan yang mengakibatkan keempat pekerja itu jatuh terpental dengan luka bakar serius,” ungkap Kapolsek Cempaka, AKP Teguh Sujito, Kamis (18/03/2021).
Teguh menjelaskan, kecelakaan itu terjadi ketika korban tengah mengganti tiang kabel yang sebelumnya tinggi tiang yakni 7 meter dan di ganti dengan tiang setinggi 9 meter.
Menurut informasi yang dihimpun di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), penggantian tiang kabel itu rupanya dilakukan untuk kelancaran arus lalu lintas sambungan alat komunikasi di sekitar lokasi yang diketahui kabel mulai kendur.
Akibat insiden ini, empat orang pekerja alami luka bakar cukup serius hingga dilarikan ke RS Bhakti Husada guna mendapatkan perawatan intensif.
“Rata-rata korban mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan tubuh. Korban di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Saat ini masih dalam penanganan serius tim medis,” katanya.
Sementara itu di tempat terpisah, salah seorang petugas medis di RS Bhakti Husada, dr. Jimmi mengatakan, kondisi keempat korban yang masih dalam perawatan intensif di Ruang IGD, satu korban diantaranya mengalami luka cukup parah.
“Satu korban yang kondisinya kurang baik, sedang kita maksimalkan. Sedangkan tiga pasien lainnya, masih dalam keadaan cukup baik. Kita tidak bisa pastikan 100 persen baik, karena mereka trauma listrik,” terang dokter yang menangani seluruh korban.
Berdasarkan pemeriksaan, kata dr. Jimmi, satu korban alami luka bakar sekitar 20 persen dengan grade 3. Sedangkan tiga lainnya, alami luka bakar sekitar 10 hingga 15 persen.
“Kita tangani maksimal dan mengutamakan sirkulasi kondisi pasien kembali normal,” pungkasnya. (Red)














