“Kalau ada persoalan pasti ada sanggahan kang dari perusahaan yang ikut tender. Tapi kan pada tahapan masa sanggahan itu tidak ada satupun perusahaan yang ikut lelang yang melakukan sanggahan”
BaskomNews.com – Diduga adanya permainan proses lelang Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) pada proyek pembangunan Taman Kota di Karawang, inilah beberapa penjelasan dari Ketua Pokja ULP (Unit Layanan Pengadaan) Karawang, Ropi Suprianpri.
Menurut Ropi, pihaknya sudah bekerja secara normatif dalam setiap proses lelang LPSE untuk proyek pembangunan taman kota ini. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya “sanggahan” pada proses tahapan lelangnya.
“Kalau ada persoalan pasti ada sanggahan kang dari perusahaan yang ikut tender. Tapi kan pada tahapan masa sanggahan itu tidak ada satupun perusahaan yang ikut lelang yang melakukan sanggahan,” kata Ropi Suprianpri, kepada BaskomNews.com, Senin (11/12).
Karena alasan tidak pernah ada persoalan apalagi kecurangan dalam proses tahap lelang LPSE proyek pembangunan taman kota ini, Ropi mengaku siap bertanggungjawab untuk memberikan penjelasan kepada siapapun yang mencurigai adanya “kecurangan” dalam proses lelang LPSE-nya.
“Sekali lagi saya tegaskan tidak pernah ada persoalan Kang, apalagi kecurangan. Semua tahapan lelangnya berjalan normatif kok. Kalau ada persoalan pasti perusahaan melakukan sanggahan. Saya siap bertanggungjawab kok,” katanya.
Untuk diketahui, pembangunan taman kota senilai Rp 6 miliar melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Karawang ini sendiri dimulai di sekitaran Bundaran Ramayana dan depan Mega M, Karawang Kota kemudian diteruskan ke sepanjang jalur Jalan Ahmad Yani By Pass, dari mulai terusan Gor Karawang sampai ke depan Perumahan Karang Indah.
Kemudian dilanjutkan ke sepanjang jalan Kodim terusan ke arah Jalan Baru Lingkar Tanjungpura. Bahkan untuk program “penyegaran” suasana Kota Karawang ini, DPRKP Karawang juga akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Taman Bencong, Jalan Niaga Karawang.
Pembangunan RTH di Taman Bencong ini sendiri dianggarkan Rp 1 miliar dari Corporate Social Responsibility (CSR) Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).(king)






