BaskomNews.com-Sebanyak 13 orang calon direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum dites uji kelayakan oleh tim penguji dari tim independen yang terdiri dari rektor Unsika, perwakilan dari Unpad dan Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia).
“Uji kelayakan calon direksi PDAM dilakukan selama dua hari, Jumat dan Sabtu di Hotel Mercure dengan jumlah peserta 13 orang. Sebab dari 19 pendaftar hanya 13 orang yang memenuhi syarat administrasi,” kata Dewan Pengawas PDAM Tirta Tarum, Nana Kustara, Minggu (17/12).
Menurutnya, semua tim penguji berasal dari akademisi dan tim independen. Hal ini dilakukan untuk menyeleksi calon-calon direksi PDAM yang profesional dan proporsional untuk meningkatkan bisnis perusahaan plat merah itu lebih baik lagi. “Kami diberi amanah oleh bupati agar mengawasi proses seleksi direksi PDAM secara profesional,” katanya.
Ditambahkan Nana, tidak ada dari panitia seleksi maupun dari dewan pengawas yang melakukan test kepada calon direksi. Semua dilakukan oleh orang-orang profesional dan independen. “Jadi jika ada anggapan proses selekai direksi itu titipan politik, maka itu tidak benar. Sebab semuanya dilakukan secara profesional dan proporsional,” katanya.
Sementara itu, Pembina Karawang Budgeting Control (KBC), Ricky Mulyana menyatakan jika seleksi PDAM jangan hanya melakukan uji kelayakan saja. Tapi harus melihat track record dari calon-calon direksi PDAM yang memenuhi persyaratan adminiatrasi.
“Jangan sampai yang lolos jadi direksi itu memiliki potensi bermasalah dengan hukum. Sebab PDAM harus diisi oleh orang-orang yang tidak memiliki konflik hukum,” katanya.
Hal tersebut agar bisa membenahi permasalahan yang saat ini sedang menggerogoti tubuh PDAM, mulai dari pelayanan buruk karena air PDAM masih keruh, persoalan piutang PDAM, up-reating dan masih bamyak lagi. “Persoalan internal direksi juga sering jadi masalah, karena rekrutmen direksi yang awalnya berbau politis,” katanya.
Oleh sebab itu, orang-orang yang lulus hasil uji kelayakan harus bebas dari persoalan hukum. Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan buat pemilihan direksi jadi percuma karena memilih orang-orang yang tidak tepat. (king)






