BaskomNews.com – Masa aksi yang tergabung dalam Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) menuntut dr. Asep Hidayat Lukman Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk mundur dari jabatanya, karena dinilai RSUD dalam pelayanannya buruk. Hal tersebut disampaikan dari beberapa perwakilan masa aksi dalam orasinya di depan gedung Pemerintahan Kabupaten Karawang.
Ketua Relawan Pejuan Demokrasi (Repdem) Deden Sopian meminta agar pelayanan RSUD bagi rakyat miskin harus lebih baik dan manusiawi. Karena banyak dikeluhkan keluarga pasien tidak mampu dan ini menimpa keluarga Wagat dan Nuryanah warga Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran yang mengalami cacat permanen pada salah satu anak kembarnya yang bernama ADIM.
“Ini kejadianya 17 bulan yang lalu, ya didugaan ada Malpraktek. Akibat dari kelalaian penanganan saat kondisi bayi dalam ruang ICU dan sekarang belum ada niatan baik dari pihak RSUD terhadap keluarga pasien,” katanya, Rabu (20/12/2017).
Lanjut Deden, dalam hal ini, Pihak RSUD harus bertanggung jawab atas kelalaian penanganan pasien atas nama Adim yang tadinya normal sekarang menjadi cacat permanen.
“Sebelumnya pihak Rumah Sakit menjanjikan untuk operasi gratis terhadap si anak tersebut, tapi sampai saat ini pihak rumah sakit seolah lepas tanggungjawab terhadap pasien sehingga korban si Bayi tersebut menderita cacat permanen pada hidung dan mulutnya,” ujarnya
Dikatakan Deden, demi mengobati anaknya ibu dari korban dugaan mall praktek RSUD karawang hingga mengorbankan dirinya untuk menjadi tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi. “Iya ibunya nyampe ke arab Saudi jadi TKI untuk berobat anaknya,” ucapnya.
Selain itu dikatakan Kordinator Aksi Ace Sudiar, bahwa ratusan masa yang aksi hanya ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Teddy Rusfendy. Pihaknya menyayangkan sikap Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana yang tidak pernah menerima secara langsung setiap tuntutan yang di sampaikan langsung oleh rakyatnya.
“Kenapa Sekda yang menemui, ada apa dengan ibu Cellica selaku pucuk pimpinan tertinggi yang mempunyai kebijakan, seolah tidak mempunyai ketegasan sebagai pimpinan. Apa karena Dirut RSUD sebagai timses, sehingga tidak berani memberi ketegasan,” tegas Ace Sudiar.(plz)






