BaskomNews.com – Pasca disebut adanya dugaan malpraktek oleh masa aksi yang berdemonstrasi di depan kantor Bupati Karawang, Direktur RSUD Karawang, dr. Asep Hidayat Lukman membantah pernyataan tersebut dengan keras.
Kepada BaskomNews.com, dr. Asep menegaskan, tidak pernah ada mall praktek yang dilakukan oleh RSUD Karawang. Bahkan sampai disebut “buruknya pelayanan” rumah sakit daerah yang ia pimpin saat ini. Sehingga masa aksi demonstrasi meminta Bupati Karawang untuk mencopot jabatannya sebagai Dirut RSUD Karawang.
“Kalau soal jabatan saya tidak pernah minta-minta. Kalau bupati mau copot saya silahkan. Karena selama ini saya bekerja dengan ikhlas untuk pelayanan masyarakat Karawang kok. Haram bagi saya kalau sampai minta-minta jabatan kayak gitu,” kata dr. Asep Hidayat Lukman, Rabu (20/12/2017).
Adapun terkait pasien bayi yang cacat akibat pelayanan RSUD Karawang seperti yang dituduhkan masa aksi demonstrasi, dr. Asep sendiri menjelaskan, sekitar 18 bulan lalu memang ada pasien bayi kembar yang mendapatkan perawatan ICU di RSUD Karawang.
Karena pasien bayi tersebut lahir dalam kondisi premature, kata dr. Asep, akhirnya pihak RSUD memutuskan untuk memberikan penanganan medis khusus terhadap pasien bayi tersebut. Yaitu dengan memasang selang ke mulut dan hidungnya.
Karena menurut dr. Asep, bayi tersebut tidak bisa makan dan tidak bisa bernafas dengan normal. “Kalau kita tidak berikan alat bantu nafas selang lewat hidung dan NGT lewat mulutnya untuk makan, bayi tersebut tidak akan bertahan lama,” katanya.
Justru dijelaskan dr. Asep, penanganan medis khusus tersebut untuk menyelamatkan nyawa sang bayi. Adapun terkait pasien bayi bisa cacat, dr. Asep kembali menjelaskan, setelah konsultasi dengan dokter kulit, pasien bayi premature ini memang tidak tahan dengan gesekan lecet selang ke hidungnya.
Karena ternyata si pasien memiliki sensitivitas kulit yang sangat tinggi. Namun sebenarnya, masih dijelaskan dr. Asep, semua persoalan tersebut sudah sejak awal dijelaskan ke pihak keluarga pasien. Sehingga pihak keluarga pasien diminta untuk berkonsultasi dan kontrol intens dengan pihak rumah sakit.
“Sejak awal kita sudah bilang begitu. Tapi ini kan hanya datang ke rumah sakit untuk kontrol cuma sekali. Jadi sebenarnya ini salah siapa, kalau rumah sakit sudah menyarankan seperti itu. Padahal kalau urusan biaya kan bisa dibicarakan. Kalau pasien tidak mampu kan bisa pakai BPJS atau kita cari solusi biaya lainnya,” katanya.
“Pasien bayi lain juga banyak kok yang mengalami perawatan dengan menggunakan selang pernafasan ke hidung dan mulut seperti itu. Tapi karena pasien bayi ini punya sensitivitas kulit yang tinggi, ya mau gimana lagi. Kenapa coba pihak keluarga tidak intens kontrol lagi ke rumah sakit. Padahal dari awal kita sudah jelaskan seperti itu,” timpal dr. Asep.
Dijelaskan dr. Asep, kejadian ini tentu bukan merupakan malpraktek yang dilakukan RSUD Karawang. Apalagi sampai dituding jika pelayanan RSUD Karawang buruk. Karena ditegaskan dr. Asep, kejadian ini murni bukan sepenuhnya kesalahan RSUD Karawang.
“Semalam juga sebelum mereka (masa aksi) demo kita sudah ketemu dengan Kang Deden dan teman-teman lainnya. Semuanya kita jelaskan seperti itu, kita jelaskan apa adanya. Saya tegaskan ini bukan malpraktek. Justru kita berusaha untuk menyelamatkan si bayi. Kalau penangannya tidak seperti itu, ya si bayi tidak akan berusia lama,” katanya.
Atas persoalan ini, dr. Asep ingin meluruskan tentang isu miring dugaan malpraktek RSUD Karawang ini. Bahkan ia mengaku tidak peduli dengan jabatannya sebagai Dirut RSUD Karawang saat ini. Karena dr. Asep mengaku, jika selama ini ia selalu berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat Karawang.
“Isu ini perlu diluruskan, seolah kita yang lalai, padahal tidak. Kalau bupati mau copot jabatan saya ya copot saja. Saya ikhlas kok. Lagian selama ini saya selalu bekerja dengan ikhlas dan memaksimalkan pelayanan di RSUD Karawang. Silahkan saja bandingkan pelayanan RSUD Karawang dengan RSUD di rumah sakit lain. Gaji pegawai saja kita masih usahakan sendiri dari penghasilan rumah sakit kok,” pungkas dr. Asep.(king)






