Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

PCNU Karawang Resmikan NusaMart,  “Belanja Mudah dan Berkah”

banner 468x60

“Kita mulai meninggalkan budaya proposal,  mulai memanfaatkan komunitas NU untuk membangun ekonomi Nahdiyin”

BaskomNews.com – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Karawang menggelar kegiatan Grand Launching Nasional NusaMart, di kantor PCNU Karawang di Jl. Dewi Sartika No. 43 Kecamatan Karawang Barat,  Selasa (31/1/2018).

Dengan tema “Belanja Mudah dan Berkah”, NusaMart ini diharapkan mampu mengembangkan dan membangun perekonomian warga Nahdiyin, khususnya di Kabupaten Karawang. 

banner 336x280

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby mengatakan, PCNU Karawang meyakini jika mayoritas umat muslim di Karawang merupakan warga Nahdiyin. Sehinga ia berharap agar setiap pengurus dan warga NU bisa berbelanja di NusaMart. 

“Maka saya yakin ketika semua pengurus MWCNU di setiap kecamatan hanya berbelanja di NusaMart, dan mengarahkan warga NU yang lainnya. Maka Insya Allah warga Nahdiyin di Karawang akan lebih berkah,” tutur Kiyai yang lebih akrab disapa Kang Uyan ini. 

Di tempat yang sama,  Ketua Himpunan Pengusaha Nahdiyin (HPN) pusat, ir. H. Abdul Kholiq menjelaskan, sudah saatnya pengurus NU tidak lagi memanfaatkan proposal dalam menjalankan programnya. Melainkan memanfaatkan komunitas warga Nahdiyin untuk membangun perekonomian.

“Kita mulai meninggalkan budaya proposal,  mulai memanfaatkan komunitas NU untuk membangun ekonomi Nahdiyin. Bagaimana caranya kesejahteraan Nahdiyin lebih membaik. Sehingga dalam jangka 20 ke depan, Nahdiyin bisa mewarnai perekonomian,” katanya. 

Dijelaskan Abdul Kholiq, NusaMart hanya salah satu bagian program NU. Karena masih banyak program lain untuk kesejahteraan kaum Nahdiyin. Terlebih ditegaskannya, konsep NusaMart berbeda dengan mart yang lain. “Kita tidak memiliki tujuan untuk menumbangkan mart yang lain. Justru toko-toko di sekitar NusaMart ini bagaimana caranya bisa lebih berkembang ketika bekerja sama dengan NusaMart,” paparnya. 

Oleh karenanya, sambung Abdul Kholiq, kepemilikan NusaMart tidak boleh dimiliki individu. Melainkan dimiliki komunitas seperti pengurus pesantren, mesjid, majlis ta’lim ataupun Banom (Lembaga Otonom)  di PCNU itu sendiri. 

“Kami ingin NusaMart menjadi bagian proses pemberdayaan ekonomi kaum Nahdiyin. Kami memahami para pengurus dan kiyai tidak semuanya memiliki kapasitas ekonomi yang mumpuni untuk membangun NusaMart. Makanya beberapa alternatif sedang kita siapkan. Kami sedang mencoba merumuskan itu semua. Sehingga semua komunitas dalam kepengurusan NU bisa membangun NusaMart,” pungkasnya. (king) 

banner 336x280