“Selain Diseminasi Dana Desa, program Nawacita Presiden Jokowi juga sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan,”
BaskomNews.com – Kementrian Keuangan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan membahas Diseminasi Dana Desa Padat Karya Tunai untuk masyarakat desa yang lebih sejahtera, di Aula Gedung Husni Hamid Pemkab Karawang, Kamis (29/3/2018).
Dirjen Perimbangan Keuangan, Dr. Boediarso Teguh Widodo mengatakan, setiap pengalokasian dana desa harus mampu menyerap dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Yaitu seperti kelompok tani dan nelayan.
Sehingga pemanfaatan dana desa bisa bekerjasama dan bersinergi dengan kelembagaan yang ada di masyarakat ataupun pemerintahan.
“Selain Diseminasi Dana Desa, program Nawacita Presiden Jokowi juga sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan,” tutur Dr. Boediarso Teguh Widodo, kepada awak media.
Sementara itu, anggota DPR RI, Daniel Lumban Tobing mengaku setuju dengan adanya dana desa.
“Negara tahun ini menganggarkan Rp 60 trilyun atau rata-rata sekitar 800 jutaan untuk dana desa, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tercipta, yang dimulai dari desa,” katanya.
Sambung Daniel, sekitar Rp 60 trilyun anggaran negara dialokasikan untuk seluruh sesa di Indonesia melalui dana desa. Yaitu dengan rincian Rp 30 trilyun untuk desa tertinggal dan Rp 30 trilyun untuk desa berkembang atau desa maju.
“Saya berharap peruntukan dana desa, selain fokus dengan insfratuktur dan ekonomi juga harus bisa memanfaatkan kawasan Industri yang ada,” pungkas Daniel.(zay)






