“Nyaris tak ada. Yang ada, oknum-oknum memanfaatkan kondisi demikian untuk menarik retribusi”
BaskomNews.com – Ada hak pejalan kaki di Kabupaten Karawang yang terampas. Di hampir semua jalan protokol di Kabupaten ini, trotoar (yang sedianya buat pejalan kaki), sudah tertutup PKL dan parkiran motor. Begitupun di bahu jalan, nyaris tak menyisakan ruang aman buat pejalan kaki, karena tertutup parkiran mobil.
Ada warga berseloroh, “Pejalan kaki masih dianggap bagian dari warga Karawang gak sih? Padahal dalam hal pajak, mereka sama-sama membayar”.
Pantauan BaskomNews.com, Kamis (5/4/2018), sepanjang Jalan Tuparev, Kertabumi dan sebagian Jalan Ahmad Yani, termasuk By Pass menuju fly over Karawang Barat, trotoar nyaris tertutup PKL dan parkiran motor. Tak hanya itu, di Jalan Tuperv, banyak juga counter yang menghabiskan trotoar di depannya untuk memasang boneka dan atribut HP.
Lainhalnya dengan sepanjang Jalan Kertabumi, selain trotoar tertutup PKL dan parkiran motor, bahu jalan juga habis dipakai parkiran mobil.
Lantas, adakah gerakan yang dilakukan Pemkab Karawang beserta aparat pendukungnya?
“Nyaris tak ada. Yang ada, oknum-oknum memanfaatkan kondisi demikian untuk menarik retribusi, yang uangnya entah nyampai atau tidak ke kas daerah,” ujar seorang tokoh masyarakat Karawang, yang juga Advokat ternama, Asep Agustian, SH, MH, saat berbincang dengan BaskomNews.com, di kantornya.
Kata dia, dari fenomena ini, tersirat kalau Pemkab hanya lebih mementingkan hal lain, ketimbang keselamatan dan kenyamanan warganya.
“Ini jangan salah, ada aturan bahkan Perdanya, terkait fungsi trotoar dan bahu jalan. Dan dalam setiap proses pembuatan Perda, itu memakan anggaran cukup besar,” lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Askun ini menyayangkan, pihak Pemkab melalui aparatnya tidak menegakkan Perda yang sudah dibuatnya itu. “Jika benar-benar ditegakkan, gak ada dong trotoar tertutup PKL dan bahu jalan dibikin tepat parkir mobil,” kata Askun. (SiD






