“Kalau ada apa-apa, kami pasti datang untuk bantu masyarakat. Ini langkah antispasi pemda untuk kepekaan terhadap masyaraatnya”
BaskomNews.com – Gara-gara viral di jejaring media sosial (medsos) facebook, Widya (15), siswa kelas I di SMK Ciampel Karawang yang tangannya membusuk ini akhirnya mendapat perhatian dari Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy).
Jumat (6/4/2018), siswa asal Kampung Sawah RT 03/07, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel ini dikunjungi Kang Jimmy, saat mendapatkan perawatan di RSUD Karawang.
Untuk diketahui, tangan Widya sendiri membusuk akibat kecelakaan terlindas mobil. Sekitar satu bulan lebih, sebelumnya Widya dirawat di Rumah Sakit Intan Barokah Klari. Karena faktor biaya perawatan yang sampai Rp 80 juta, keluarga Widya sampai harus menggadaikan sertifikat tanah.
Kabarnya, sisa biaya perawatan Widya di RS Intan Barokah sendiri masih menyisakan utang biaya sekitar Rp 44 juta rupiah. Kabar tentang siswa anak dari pasangan Ibu Rohayati dan Bapak Muhtadin ini mengundang perhatian netizen Karawang, setelah salah seorang keluarga Widya meng-upload kondisi Widya di salah satu group facebook.

Beberapa kelompok aktivis Karawang yang terketuk hatinya, akhirnya memutuskan untuk menggalang kegiatan sosial, demi mengumpulkan biaya perawatan Widya.
Kabar lain menyebutkan, saat masih mendapatkan perawatan di RS Intan Barokah, keluarga Widya sendiri memutuskan untuk melanjutkan perawatan di rumah. Terlebih, keluarga Widya tidak mengijinkan untuk dilakukan “amputasi” terhadap tangan Widya yang sudah membusuk.
Saat Wakil Bupati Karawang, Kang Jimmy mengunjungi Widya di RSUD Karawang, Dirut RSUD Karawang, dr. Asep Hidayat Lukman juga mengungkapkan penanganan medis yang sama. Yaitu dimana Widya harus diamputasi, jika ingin sembuh total.
“Ini akibat kecelakaan, nama medisnya Nekrose dan Abses, atau pembusukan yang sangat berbahaya sekali. Tindakan satu-satunya harus diamputasi. Mudah-mudahan dengan didatangi Pak Wakil (Kang Jimmy) hari ini dan diberikan motivasi, Widya dan keluarganya mengijinkan untuk diamputasi,” kata dr. Asep Hidayat Lukman, kepada awak media, Jumat (6/4/2018).
Adapun soal biaya, sambung dr. Asep, biaya perawatan Widya di RSUD Karawang memang tidak menggunakan BPJS kesehatan. Namun demikian, pengobatan Widya akan dibantu dengan biaya kesehatan lain melalui anggaran Pemkab Karawang.
“Gak pakai BPJS. Tapi insya Allah ada anggaran lain untuk biaya pengobatannya dari Pemkab Karawang,” timpal dr. Asep.
Pada kesempatan yang sama, Kang Jimmy menyampaikan, bahwa kedatangannya ke RSUD Karawang untuk mengunjungi Widya adalah salah satu bentuk perhatian pemkab terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan.
Karena menurut Kang Jimmy, selama ini pemkab selalu berusaha hadir untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat. “Kalau ada apa-apa, kami pasti datang untuk bantu masyarakat. Ini langkah antispasi pemda untuk kepekaan terhadap masyaraatnya. Dan sekarang Widya sudah pada kesimpulan adanya tindakan,” tandas Kang Jimmy.(adk)






