“Tetapi hingga kini pihak RS Hasan Sadikin yang pernah menangani Hasby tidak bisa menjelaskan virus apa yang menimpa Hasby”
BaskomNews.com – Namanya Muhammad Hasby Jalu Palestin. Balita 2,5 tahun pasangan suami istri dari Edi dan Masni, warga asal Dusun Cibenda RT 11/03, Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta Karawang ini malah mengalami kelumpuhan, pasca disuntik vaksin difteri.
Kelumpuhan yang diderita Hasby ini diduga terjadi setelah melakukan suntik difteri oleh Puskesmas Jayakerta, di Posyandu Durian 4 RT 10/03, Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta Karawang, pada 15 Februari 2018.

Atas kejadian ini, Edi (Ayah Hasby) mengaku sudah membuat Laporan Polisi (LP) soal dugaan tindakan pidana malpraktek kesehatan yang menimpa anak kandungnya ke Polres Karawang, dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STTL/ 997/IV /2018 /JABAR/RES KRW.
“Saya sudah membuat laporan ke Polres Karawang, semoga pihak berwajib bisa membantu dalam menyelesaikan masalah yang menimpa anak saya,” kata Edi.
Sebelumnya, Hasby sempat dibawa ke RSUD Karawang. Atas bantuan Pemkab Karawang, Hasby dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.
Namun sayangnya, hingga saat ini pihak RS Hasan Sadikin juga tidak mengetahui jenis virus apa yang menyebabkan Hasby mengalami kelumpuhan. Hingga saat ini, akhirnya Hasby dibawa kembali ke rumahnya dalam kondisi terbaring lemah.
“Tetapi hingga kini pihak RS Hasan Sadikin yang pernah menangani Hasby tidak bisa menjelaskan virus apa yang menimpa Hasby,” pungkas Edi.
Untuk diketahui, Hasby ini sendiri pernah didatangi Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, pada saat berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dan keluarga Hasby sendiri mendapatkan “uang kadeudeuh” untuk biaya transportasi dari Bupati Karawang sebesar Rp 3 juta rupiah.(zay/red)






