Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Berantas “Bank Emok” KNPI Desak DPRD Setujui Anggaran Penyertaan Modal

Sekretarus KNPI Karawang, Nur Ali.
banner 468x60

“Saya meminta agar DPRD segera setujui anggaran penyertaan modal yang ada di Bank BJB,”

Baskomnews.com – Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karawang, Nur Ali mendesak DPRD Karawang untuk segera mensetujui anggaran penyertaan modal yang ada di Bank Jabar Banten (BJB) untuk masyarakat yang hendak meminjam tambahan modal usaha.

Pasalnya, hal ini merupakan solusi cerdas Pemkab Karawang dalam memberantas maraknya bank emok atau praktek rentenir di Karawang.

banner 336x280

“Saya meminta agar DPRD segera setujui anggaran penyertaan modal yang ada di Bank BJB, agar masyarakat dapat segera dengan mudah meminjam tambahan modal usahanya,” ujar Nur Ali, Sabtu (21/4/2018).

Lebih lanjut Nur Ali juga menuturkan, maraknya praktek rentenir atau bank emok hari ini di Karawang merupakan gambaran rendahnya perhatian pemerintah dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat.

Sehingga hal ini berdampak pada mudahnya praktek menyebar luas di masyarakat. Padahal menurutnya, praktek bank emok akan merugikan masyarakat itu sendiri.

“Maka dari itu solusi cerdas jika Pemkab Karawang sendiri yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah pada masyarakat,” katanya.

Jika DPRD Karawang sudah menyetujui anggaran penyertaan modal untuk pinjaman modal usaha masyarakat ini, sambung Ali, mekanisme selanjutnya adalah dibentuknya sebuah sistem oleh BJB itu sendiri, yang kemudian diintegrasikan dengan peran pemerintah desa dalam hal verifikator dan pembinaan bagi para nasabah nanti.

“Dalam hal teknis pinjaman, sistem bisa dibuat oleh BJB itu sendiri, lalu terintegrasi dengan peran pemerintah melalui Desa masing-masing para nasabah sebagai verifikator dan yang akan memberikan pembinaan sekaligus pendampingan para nasabah. Sehingga para nasabah itu terkontrol, hal ini untuk meminimalisir penyimpangan penggunaan pinjaman anggaran oleh si nasabah,” katanya.

Selanjutnya, Nur Ali juga menyayangkan dari fenomena maraknya kegiatan rentenir di Karawang yang pada dampaknya dari kegiatan itu menghasilkan hal negatif, bahkan berujung mengenaskan.

“Sering kita dengar atau bahkan melihat dari berita sebelumnya, banyak dari kondisi rumah tangga yang menjadi tidak harmonis, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tak dapat membayar utang akibat praktek rentenir itu,” katanya.

“Maka dari itu semoga solusi yang tadi diberikan dapat berdampak positif dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tanpa harus meminjam pada rentenir atau bank emok yang bunganya tinggi,” pungkas Nur Ali. (Iqb/red)

banner 336x280