BaskomNews.com – Dua remaja warga Kampung Sadang, Desa Jatiragas Kecamatan Jatisari, Karawang yang tewas usai pesta miras oplosan di acara hajatan pernikahan di wilayah Patokbeusi, Subang, dibenarkan pihak Kepolisian. Versi kepolisian, dalam insiden itu seorang warga Patokbeusi, Subang juga meregang nyawa.
“Peristiwa itu memang benar. TKP-nya, saat meminum miras oplosan itu di wilayah Patokbeusi, Subang. Tapi sebagaian besar korban adalah warga Kampung Sadang, Desa Jatiragas Kecamatan Jatisari, Karawang,” ujar Kapolsek Jatisari Polres Karawang, Kompol Bambang Iswanto, saat dikonfirmasi BaskomNews.com, sesaat tadi.
Dikatakan dia, dalam insiden itu, awalnya 10 warga Kampung Sadang dilarikan ke Rumah Sakit Puri Asih, Jatisari, Karawang. Namun setelah itu, satu remaja meninggal dunia sehari setelah kejadian, saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Setelah itu, satu pemuda lagi menyusul di hari Selasa (12/9/2017) siang. Sementara 7 orang masih dirawat dan 1 orang berobat jalan,” tambah Kapolsek.
Kronologi kejadian, jelas dia, pada hari Minggu (10/9/2017), sekitar pukul 0800 WIB, serombongan warga Kampung Sadang Desa Jatiragas, Jatisari, Karawang berangkat sebagai pengiring acara besanan keluarga Ustad ALI, yang menikahkan anak lelakinya dengan warga Kampung Sentra Desa Tanjungrasa Kaler Kecamatan Patokbeusi, Subang.
Usai acara akad nikah, siang harinya para pemuda pengiring pengantin terlibat pesta miras oplosan, yang memang sudah disediakan oleh keluarga mempelai perempuan, di lokasi hajatan. Pesta miras oplosan pun berlangsung hingga malam hari.
“Pada saat pulang ke rumah, masing-masing pemuda pengantar pengantin dari Kampung Sadang itu merasakan dampak reaksi dari oplosan tersebut,” tambah Kapolsek.
Selanjutnya, secara bergiliran, tergantung daya tahan tubuhnya, mereka dilarikan ke Rumah Sakit Puri Asih Jatisari. “Mendapat informasi adanya kejadian itu, saya beserta Panit Reskrim dan Panit Intelkam, juga anggota piket mendatangi para korban dan melakukan pendataan,” ucapnya.
Pada hari Senin (11/9/2017), satu diantara pengantar pengantin menghembuskan nafas terakhirnya di RS Puri Asih. Dia adalah Bayu Senggara Bin Suhaemi (16). Dia meninggal sekitar pukul 18.30 WIB.
Selang sehari, disusul oleh Heri Irnawan (22), menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.
“Korban meninggal dunia karena over dosis, sesuai hasil diagnosa dokter,” kata Kapolsek. (SID)














