Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

PDAM Tirtatarum Masih Untung, Fraksi PDIP DPRD Karawang: Stop Dulu Penyertaan Modal!

banner 468x60

“Berdasarkan hasil audit yang setiap tahun dilakukan, PDAM masih untung, waluapun cakupannya masih kurang dari 80 persen”

BaskomNews.com – PDAM Tirtatarum Karawang ternyata tidak merugi. Malah sebaliknya, perusahaan milik Pemkab Karawang ini mendapatkan untung. Meski demikian, Fraksi DPIP di DPRD Karawang minta kepada Pemkab setempat untuk menyetop dulu penyertaan modal kepada perusahaan BUMD itu.

“Berdasarkan hasil audit yang setiap tahun dilakukan, PDAM masih untung, waluapun cakupannya masih kurang dari 80 persen,” ujar Anggota Komisi B sekaligus Fraksi PDIP DPRD Karawang, Natala Sumedha, saat dihubungi BaskomNews.com, Senin (2/10/2017).

banner 336x280

Dikatakan dia, adanya keuntungan dari PDAM itu, diperoleh dari laporan rapat pemegang saham, yang setiap tahun dilakukan.

Ada yang masih mengganjal dalam perjalanan PDAM. Yakni, menurut dia, soal kejelasan perubahan badan hukum.

“Untuk itu kami meminta peryertaan modalnya distop dulu, sebelum ada kejelasan perubahan badan hukumnya. Soal perubahan badan hukum itu masih menunggu hasil akhir dari pansus,” katanya.

Sebelumnya ramai diberitakan kalau di tubuh PDAM Tirtatarum Karawang terjadi kisruh. Salah satu yang menohok, terkait piutang yang nilainya hingga Rp 20,3 miliar.

Direktur Utama PDAM Tirta Tarum, Yogie Patriana Alsyah, dalam klarifikasinya mengatakan, piutang tersebut merupakan akumulasi sejak PDAM Tirta Tarum berdiri. Saat, dirinya masuk tahun 2011, piutang itu sudah ada.

Piutang itu, kata dia, muncul akibat berbagai faktor. Di antaranya kebiasaan pelanggan yang membayar air PDAM tiga bulan sekali. Selain itu, tingkat ekonomi pelanggan PDAM Tirta Tarum yang kebanyakan berasal dari golongan menengah ke bawah.

“Ada juga masyarakat yang sama sekali tidak mau membayar karena dianggapnya air PDAM itu gratis,” ujarnya.

Yogie mengkliam piutang mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dia mengaku menempuh berbagai terobosan cara pembayaran air, agar masyarakat tidak menunggak.
Namun demikian apa yang disebutkan Yogie bertetangan dengan data piutang yang diterima PR. Dalam data tersebut, piutang pada tahun 2010 tercatat Rp 8 miliar lebih, tetapi pada tahun 2015 membengkak menjadi Rp 20,38 miliar.

Sementara piutang pada 2011 tercatat Rp 10,13 miliar, tahun 2012 menjadi Rp 12,57 miliar, tahun 2013 menjadi Rp 14,18 miliar, dan tahun 2014 piutangnya berada pada posisi Rp 17,15 miliar. Data tersebut merupakan hasil audit lembaga yang ditunjuk PDAM Tirta Tarum sendiri.

Yogie membeberkan, peningkatan jumlah pelanggan sebelum dia masuk yang hanya berada pada angka 50.809 pelanggan dan kini naik menjadi 69.626 pelanggan.

“Kami juga membukukan laba yang berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Karawang pada 2011 sebesar Rp 2,2 miliar, 2012 Rp 2.6 miliar, 2013 Rp 2,7 miliar, 2014 4,3 miliar, dan 2015 5,1 miliar,” ujarnya.

Namun demikian, Yogie menganggap hal itu bukan suatu keberhasilan. Dia mengaku akan terus membenahi PDAM Tirta Tarum, sesuai dengan keinginan Pemkab Karawang sebagai pemilik dan masyarakat, sebagai pelanggan. (vo)

banner 336x280