Awal perubahan terjadi di tahun 2008. Saat itu, suksesi kepemimpinan dari Lili Hambali kepada Dedi Mulyadi, yang menang dalam pertarungan Pilkada. Dedi yang semula merupakan Wakil Bupati Purwakarta, berhasil meraih suara terbanyak, sekaligus menggeser kedudukan Lili Hambali yang merupakan incumbent
BaskomNews.com – Merubah suatu daerah dari yang tadinya biasa menjadi luar biasa, dari yang tadinya “tak terlihat” menjadi istimewa, tidaklah mudah. Terlebih, perubahan itu terjadi dalam kurun waktu 10 tahun. Tapi itu, benar-benar terjadi di Purwakarta.
Awal perubahan terjadi di tahun 2008. Saat itu, suksesi kepemimpinan dari Lili Hambali kepada Dedi Mulyadi, yang menang dalam pertarungan Pilkada. Dedi yang semula merupakan Wakil Bupati Purwakarta, berhasil meraih suara terbanyak, sekaligus menggeser kedudukan Lili Hambali yang merupakan incumbent.
Gebrakan awalnya, penguatan karakter dan budaya. Setelah itu berjalan baik, dia mulai melakukan pemnbenahan di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, berikut me-remak gedung-gedung yang merupakan saksi bisu sejarah, serta kawasan wisata.

Sebut saja, Gedung Kembar, yang berada di dekat Stasiun Purwakarta. Gedung yang semula nyaris tak terurus, dia benahi hingga menjadi sebuah bangunan yang mengagumkan.
Merunut ke belakang (sejarah), dimana saat akan berdirinya Kabupaten Purwakarta, dimana kala itu masih merupakan bagian dari Kabupaten Karawang. Kala itu Kabupaten Karawang beribukota di Purwakarta berjalan sampai dengan tahun 1949.
Pada tanggal 29 Januari 1949 dengan Surat Keputusan Wali Negeri Pasundan Nomor 12, Kabupaten Karawang dipecah dua yakni Karawang Bagian Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Subang dan Karawang Bagian Barat menjadi Kabupaten Karawang.
Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, tentang pembentukan daerah kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat, selanjutnya diatur penetapan Kabupaten Purwakarta, dengan ibu kota Purwakarta, yang meliputi Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Purwakarta.
Purwakarta berasal dari suku kata “purwa” yang artinya permulaan dan “karta” yang berarti ramai atau hidup. Pemberian nama Purwakarta dilakukan setelah kepindahan ibukota Kabupaten Purwakarta dari Wanayasa ke Sindang Kasih di tahun 1834.
Peristiwa kepindahan ibukota kabupaten ini setiap tahunnya diperingati pada tanggal 20 Juli dengan melakukan napak tilas tengah malam dari Wanayasa ke Sindang Kasih. Bersambung (bayu sid)












