Di tengah ratusan orang itu, tampak Ketua ICMI Pusat Jimly Assidiqy, Ketua ICMI Orda Karawang, H Sopian, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, sejumlah PNS dari Bagian Kesra Pemkab Karawang dan sejumlah tokoh ormas, juga partai politik
BaskomNews.com – Ratusan orang, yang merupakan anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Karawang, berkumpul di ball room Brits Hotel, Kompleks Grand Taruma, Interchange Karawang Barat, Rabu (15/11/2017).
Di tengah ratusan orang itu, tampak Ketua ICMI Pusat Jimly Assidiqy, Ketua ICMI Orda Karawang, H Sopian, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, sejumlah PNS dari Bagian Kesra Pemkab Karawang dan sejumlah tokoh ormas, juga partai politik. Dalam pertemuan itu, yang dibahas adalah soal politik.

“Acara yang kami gelar berupa seminar kebangsaan dengan dalam rangka Rakerda ICMI Orda Karawang 2017, dengan tema memperkokoh kemandirian ummat menyongsong tahun politik dalam bingkai NKRI,” ujar Ketua Panitia acara tersebut, Dede Rosadi, saat ditemui BaskomNews.com, di sela acara.
Dikatakan dia, acara yang digelar murni dilakukan ICMI Karawang dalam rangka memperkokoh keberadaan organisasi tersebut, meski dalam hal ini keberadaannya di Karawang belum tercatat di Kesbangpol.
Pernyataan Dede Rosadi itu meluncur, menangkis adanya selintingan terkait pelaksanaan acara tersebut yang digelar atas pesanan seseorang atau pihak yang “bermain” dalam Pilgub Jabar 2018.
“Memang, acara ini digelar mendekai pelaksanaan Pilgub Jabar. Tapi ini murni tidak ada kaitannya dengan itu,” elaknya.
Termasuk dalam hal pembiayaan, kata dia, murni merupakan swadaya dari para anggota ICMI Karawang. “Ini murni acara dari kita, untuk kita,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua ICMI Pusat, Jimly Assidiqy mengatakan, di era tahun politik ini, ICMI jangan hanya jadi penonton. Tapi, harus berperan dan bisa memberikan sesuatu yang nyata buat masyarakat.
“Ada pekerjaan yang mesti dilakukan ICMI saat ini. Yakni, penguatan ukkuwah, ekonomi dan kualitas SDM. Itupun tak hanya retorika, tapi harus dilakukan dengan sebuah aksi,” ucapnya.
Dikatakan dia, cendekiawan Muslim saat ini harus bermitra dengan pemerintah. Selain itu, juga harus bisa rekat dengan warga non Muslim.
“Cendekiawan mestinya tidak berkelompok atas dasar premodial, tapu harus terbuka,” katanya. (SiD)






