Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Nonton: “Ayat-Ayat Cinta 2”, Jodohnya Fahri Hilang, Meninggalkah, Atau…

banner 468x60

“Di AAC pertama Fahri mencari jodohnya. Sedangkan di yang ke-2, udah ada jodohnya, tapi hilang. Dalam artian apakah dia harus menunggu karena hilangnya enggak jelas, apakah masih hidup? Kalaupun sudah meninggal dimana jenazahnya kan enggak tau”

BaskomNews.com – Tahun 2008 lalu, “Ayat-Ayat Cinta (AAC)” merajai dunia perfilman negeri ini. Film yang bercerita tentang drama percintaan itu, seolah menjadi ikon di kalangan kaum muda (kala itu). Dan dari sukses itu, para penggemar pun tak sabar menantikan kelanjutan kisah cinta Fahri dan Aisha (pemeran utama dalam film itu).

Nah, hampir 10 tahun lamanya, sekuel film tersebut kembali diproduksi. Masih dalam naungan rumah produksi MD Pictures, “Ayat-ayat Cinta 2”, siap tayang pada tanggal 21 Desember 2017 mendatang.

banner 336x280

Film ini diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama karya tangan dingin penulis Habibburachman El Shirazy. Namun, ada perbedaan antara “Ayat-ayat Cinta 1” dan “Ayat-ayat Cinta 2″. Sang penulis pun menjelaskan apa yang menjadi pembeda antara film pertama dan kedua ini.

Perbedaannya, di AAC pertama Fahri mencari jodohnya. Sedangkan di yang ke-2, udah ada jodohnya, tapi hilang. Dalam artian apakah dia harus menunggu karena hilangnya enggak jelas, apakah masih hidup? Kalaupun sudah meninggal dimana jenazahnya kan enggak tau,” ungkap pria yang kerap disapa Kang Habib ini.

“Apakah dia harus menunggu atau move on. Ini yang menjadi kebingungan dia. Dan, disini isunya lebih internasional ya. Seperti dia mau meluruskan islamophobia di Eropa makanya tetangga-tetangganya yang beda agama, budaya, semua dia bantu tanpa mempertanyakan background mereka apa. Mau dia dimusuhin, dia tetap sabar membanti mereka,” ujar sang penulis.

Dalam cerita, sosok Fahri yang kembali diperankan oleh Fedi Nuril, diceritakan lebih dewasa dari sebelumnya. Jika di film pertama, ia berperan menjadi seorang mahasiswa, di sini ia diceritakan adalah seorang dosen di salah satu universitas ternama di Inggris.

Islamophobia di Inggris terasa begitu kental dalam film ini. Yang menjadi latar belakangnya adalah karena adanya terorisme yang terjadi di London beberapa waktu lalu, yang kemudian berdampak pada sosok Fahri yang dianggap merupakan teroris pula oleh orang-orang di sekitarnya.

Jadi, di film ini tak hanya bercerita mengenai bagaimana rasa cinta Fahri dan kesabarannya dalam menantikan sang istri yang telah hilang akibat peperangan yang terjadi di Palestina. Namun juga bagaimana ia mencintai dan mengasihi orang-orang yang telah menghinanya selama ini.

Pesan-pesan yang ingin disampaikan tak hanya tentang bagaimana sebuah kesetiaan sang suami pada istrinya, namun juga tentang bagaimana rasa kemanusiaan harusnya dilakukan. Tak hanya dengan sesama umat muslim, namun juga dengan sesama manusia, tanpa harus melihat latar belakang dari orang tersebut. (SiD)

banner 336x280