Oleh: Bayu SiD
Gaya hidup, rupanya yang mengantarkan Siti alias Nindy alias Sinox (21), pergi untuk selamanya. Nindy dihabisi, kemudian mayatnya dimutilasi dan dibakar oleh suaminya, Holil (23), dipicu percekcokan, yang berawal dari keinginannya memiliki sebuah mobil.
Dugaan ini meluncur setelah Polisi mendapatkan bukti baru, berupa brosur kredit mobil, di kontrakannya, yang juga menjadi TKP kasus pembunuhan sekaligus mutilasi Nindy.
Senin (18/12/2017) siang, Dusun Sukamulya Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, begitu ramai. Warga tampak berkerumun di sekitaran sebuah kontrakan yang halamannya sudah dilingkari garis polisi. Di antara kerumunan warga itu, tampak sejumlah Polisi berpakaian preman dan seragam, berikut seorang pria dengan kedua tangan diborgol, mengenakan baju orange (seragam tahanan).

Ya, siang itu, sekitar pukul 11.45 WIB, Polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) dan Inafis Polres Karawang, menggelar pra-rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi Nindy yang dilakukan Holil, di kontrakannya.Sebanyak 34 adegan, dari mulai percekcokan, hingga pembunuhan dan mutilasi diperagakan Holil, si pelaku.
Berawal dari percekcokan antara sepasang suami istri itu, yang terjadi pada Minggu (3/12/2017) malam. Cekcok, dipicu dari keinginan Nindy untuk memiliki sebuah mobil. Malam itu, Nindy menuturkan niatannya untuk memiliki mobil dengan cara kredit. Dia pun memperlihatkan brosur kredit mobil tersebut kepada Holil, suami sekaligus pelaku pembunuhan dirinya.
Holil menolak, entah apa alasannya. Nindy marah, hingga mencekik leher Holil, yang saat itu duduk di depannya. Mendapati itu, Holil naik pitam. Nindy pun didorongnya, hingga terpental dan kepalanya membentur tembok. Saat Nindy tersantar dengan posisi leher menukik ke bawah, Holil melayangkan pukulan ke arah lehernya.
Brakkk….Nindy tersungkur ke lantai, kepalanya membentur lantai dan berdarah. Di saat Nindy tergolek, Holil menghampiri dan memeriksa nafas serta denyut nadi Nindy. Didapatinya masih bernyawa, Holil kembali memukul leher Nindy sebanyak dua kali, hingga kembali kepala Nindy membentur lantai.
Nindy tergolek tak bergerak. Holil kemudian menyeret tubuh Nindy, yang semula berada di ruang depan, ke ruang tengah kontrakannya. Setelah itu, Holil mencekiknya, kemudian menutupi mulut dan hidung Nindy dengan menggunakan lakban.
Setelah itu, dalam keadaan bingung dan ketakutan, Holil memutar otaknya untuk melenyapkan jasad Nindy yang sudah tak bernyawa. Hingga keesokan harinya, Senin (4/12/2017), muncul ide untuk memutilasi jasad Nindy.
Holil pun pergi ke Pasar membeli golok, kamper, lakban dan kresek hitam besar. Kemudian pada hari Selasa (5/12/17) Holil mulai memutilasi jasad Nindy, di salah satu ruangan, di dalam kontrakannya. Holil mengawali mutilasi pada bagian kepala Nindy setelah itu pada kaki sebelah kiri lalu bagian kanan. Setelah dimutilasi, bagian-bagian tubuh Nindy dibungkusnya, dimasukan dalam kresek besar warna hitam. Bagian kepala dan kaki korban dibuang di sekitar jurang yang berlokasi di Parakan Badak Kecamatan Pangkalan, pada Selasa (5/12/17) malam. Sementara tubuh dan tangannya dibuang kemudian dibakar di Ciranggon, Majalaya, Karawang.
“Proses mutilasi, menurut pengakuan tersangka, dilakukan selama setengah jam. Mutilasi sendiri dilakukannya seorang diri. Alasannya, supaya dia (tersangka) bisa dengan mudah membuang jasad Nindy,” ujar Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona, kepada wartawan, usai pra-rekonstruksi.
Dikatakan Maradona, motif sementara dari kasus tersebut karena dipicu oleh keinginan korban untuk memiliki mobil. “Motif ini berdasarkan pengakuan tersangka yang diakurkan dengan sejumlah bukti dan keterangan dari sejumlah saksi. Kami juga menemukan brosur kredit mobil di kontrakan korban,” katanya. (*)














