Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Datang ke Karawang, Akhmad Syaikhu Kampanye di Depan Buruh dan Guru

Ketua DPD PKS Karawang Dedi Sudrajat dan Akhmad Syaikhu mendokumentasikan diri bersama buruh dan guru.
banner 468x60

BaskomNews.com – Dengan cara menyambangi Sekretariat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di Galuh Mas Karawang, Bakal Calon Wakil Gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Akhmad Syaikhu berkampanye di depan buruh dan guru Karawang.

Dalam kesempatan ini, Akhmad Syaikhu menyampaikan beberapa visi misi pembangunannya, khususnya mengenai cara pandang atau pola pikir pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

banner 336x280

“Saat ini Indonesia akan menghadapi bunus demografi (usia 15-60), dimana usia produktif penduduk saat ini cukup tinggi. Maka kita harus memanfaat itu sebagai awal untuk terus meneruskan pembangunan di Jawa Barat,” kata Ahmad Syaikhu.

Menurutnya, produktifitas di usia tersebut seharusnya sedemikian tinggi. Negara yang mampu memimpin peradaban ke depan, yaitu negara yang mampu memanfaatkan bonus demografi tersebut sebaik-baiknya.

“Oleh sebab itu, pwran guru sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus yang berkualitas dan bisa mengemban amanah dalam menjalankan semua pekerjaanya,” katanya.

Dikatakan Akhmad Syaikhu, peran serikat buruh dalam menaungi para buruh harus bisa memberikan manfaat bagi para anggotanya. Hal itu untuk memberikan kenyamanan bagi para buruh dan pengusaha yang menginvestasikannya di Karawang.

“Jadi tugas serikat buruh tidak hanya demo, tapi juga mengawal kebijakan pemerintah dan peran Disnaker dalam menjalankan kinerjanya,” katanya.

Menurutnya, para buruh harus menghilangkan buruk sangka kepada pemerintah. Ketika ada aturan yang dilematis menekan pemerintah daerah dari pusat dengan konsekwensinya hukum. “Jadi semuanya harus berbaik sangka dulu, ketika melakukan aksi harus dengan kajian yang relevan dengan kondisi kekinian,” katanya.

Ia menambahkan, peran guru dan buruh itu sangat penting dalam mengisi pembangunan daerah. Sebab seorang presiden, anggota dewan, polisi dan lainnya tidak akan ada, jika tidak ada guru yang mengajarinya.

Begitupun dengan buruh, jika pengusaha tidak memiliki pekerja, maka siapa yang akan bekerja mengerjakan suatu prodak. “Kami sangat mengapresiasi peran guru dan buruh yang memiliki manfaat bagi pembangunan,” tandasnya.(red)

banner 336x280