BaskomNews.com – Setelah kubu Sri Rahayu Agustina, melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Karawang Budi Hermawan yang mengklaim kepemimpinan DPD Golkar Karawang yang sah, kini giliran H. Syukur Mulyono sendiri yang akhirnya angkat bicara.
Kepada BaskomNews.com, H. Syukur Mulyono mengaku masih merasa yakin jika kepemimpinan Golkar Karawang yang sah saat ini adalah atas nama dirinya.
Disinggung mengapa masih Sri Rahayu Agustina yang hadir menjadi peserta Munaslub Golkar di Hotel Sultan Jakarta pada Senin (18/12/2017), Mulyono menjelaskan, jika berdasarkan Surat Mandat DPD Golkar Jawa Barat Nomor : Und-287/GOLKAR/XII/2017, sebenarnya peserta Munaslub Golkar berdasarkan surat mandate yang ditanda tangani Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut adalah dirinya sebagai Plt DPD Golkar Karawang dan Suryana selaku Sekretaris DPD Golkar Karawang.
“Jadi gini ceritanya, surat Plt itu turun tanggal 17 sore. Sedangkan agenda Musdalub tanggal 18. Kepanitiaan tidak tahu ada surat Plt Kabupaten Karawang, jadi masih pakai data sebelumnya. Dan Sri tidak bisa memiliki surat mandate,” tutur H. Syukur Mulyono.
Menurut Mulyono, panitia Munaslub hanya memberikan ID Card kepada Sri Rahayu Agustina. Sehingga DPD Golkar Jawa Barat menegur panitia soal kenapa memberikan ID Card tersebut kepada Sri Rahayu Agustina tanpa membawa Surat Mandat dari DPD Golkar Jawa Barat. “Jadi begitu cerita sebenernya,” kata Mulyono.
Bahkan kepada BaskomNews.com, Mulyono mengaku jika hari ini Rabu (20/12/2017), ia mengaku sedang melakukan pertemuan dengan para Ketua DPD Golkar se-Jawa Barat dengan Dedi Mulyadi. Ditanya apakah Sri Rahayu Agustina hadir atau tidak, Mulyono mengaku tidak adanya kehadiran Sri karena memang alasan tidak diundang.
“Iya kita lagi pertemuan para Ketua DPD Golkar se-Jawa Barat dengan Kang Dedi Mulyadi. Gak ada Sri, sekarang gak diajak,” pungkas Mulyono.(king)












