Reporter: Zaki/Editor: Bayu SiD
Entah apa namanya, yang jelas, sesaat setelah dilantik menjadi Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan disuguhkan dengan kasus penemuan mayat gosong tanpa kepala dan kaki di Dusun Ciranggon III RT 11 RW 03 Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, Kamis (7/12/2017).
Menariknya, orang nomor satu di institusi Kepolisian Kabupaten Karawang yang baru menjabat itu, tampak berada di lokasi penemuan mayat, bersama sejumlah anggota Inafis dan Reskrim Polres Karawang. Tentu saja, saat di TKP itu, dia masih “berbaju besi” pelantikan.
“Saat itu saya gak ‘ngeh, baru dilantik. Maklum, Kapolres Karawang ini merupakan jabatan pertama saya menjadi kapolres. Dan karena kebiasaan saat menjadi Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, begitu mendapatkan informasi ada penemuan mayat itu, saya langsung minta ajudan mengantarkan ke TKP,” ujar AKBP Hendy F Kurniawan, saat berbincang dengan BaskomNews.com, Selasa (26/12/2017) di ruang kerjanya.
AKBP Hendy mengaku, dirinya menerima info soal penemuan mayat gosong tanpa kepala dan kaki itu dalam perjalanan ke Hotel Resinda Karawang, usai menjalani prosesi pelantikan di Polda Jabar. Pas sampai Hotel Resinda, dia tak turun dulu, malah langsung meminta ajudannya mengantarka ke TPK penemuan mayat tersebut.
“Usai menerima informasi itu, saya tanya pada ajudan. Lokasi Kecamatan Majalaya jauh gak dari sini (Hotel Resinda)? Ajudan menjawab, hanya 20 menit. Setelah itu, saya minta langsung diantar kesana,” lanjutnya.
Sampai di lokasi penemuan mayat, AKBP Hendy langsung menghampiri mayat yang saat itu sudah dimasukan dalam kantong mayat. Dia buka kembali kantong mayat itu, lalu diperiksanya. Tak nampak sedikitpun kecanggungan AKBP Hendy saat memeriksa mayat tersebut. Padahal saat itu, mayat sudah dalam kondisi busuk, dengan dipenuhi belatung dan mengeluarkan bau tak sedap.
“Saat memeriksa itu, saya melihat ada bagian yang tak terbakar, yaitu di bagian tato. Lalu saya instruksikan anggota, untuk mendalami tato tersebut, yang bisa dijadikan petunjuk untuk pengungkapan kasus tersebut,” ucapnya.
Usai memeriksa mayat tersebut, AKBP Hendy bertutur, usia mayat tersebut sudah dua atau tiga hari. Dia pun mengindikasikan, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan yang kemudian dimutilasi. Saat itu, kata dia, pelakunya diduga merupakan orang dekat. Dan kepada BaskomNews.com saat itu, AKBP Hendy meminta waktu 2 minggu, pihaknya bisa mengungkap kasus tersebut.
Namun yang terjadi, hanya enam hari, kasus mayat gosong tanpa kepala itu terungkap. Tak hanya identitasnya, motif dan pelakunya pun terungkap. Padahal waktu itu, kondisi mayat sangat sulit diidentifikasi karena hampir semua bagian tubuhnya gosong. Tak hanya itu, mayat pun dalam kondisi tanpa kepala dan kaki.
“Yang hebat tuh Kasat Reskrim dan Kapolsek beserta anggotanya. Karena keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, kan berkat kerja keras mereka,” kata AKBP Hendy, saat dipuji atas keberhasilannya mengungkap misteri mayat gosong tanpa kepala di Ciranggon. (*)






