“Saya harus akui jika mayoritas anggota dan pengurus AMPG Karawang itu dari kalangan buruh. Maka wajib hukumnya kalau AMPG Karawang mendukung perjuangan buruh,”
BaskomNews.com – Dalam kesempatan may day atau hari buruh, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Karawang mengaku akan mendukung para buruh dalam rangka memperjuangkan hak serta kesejahteraannya.
Bendahara Umum AMPG Karawang, Kiki Hermawan ST mengatakan, sekitar 90 persen anggota serta pengurus AMPG di Karawang merupakan masyarakat dari kalangan buruh. Oleh karenanya, kata Kiki, tidak ada alasan untuk tidak mendukung perjuangan buruh bagi AMPG Karawang.
“Saya harus akui jika mayoritas anggota dan pengurus AMPG Karawang itu dari kalangan buruh. Maka wajib hukumnya kalau AMPG Karawang mendukung perjuangan buruh,” kata Kiki Hermawan, kepada BaskomNews.com, Selasa (30/4/2018).
Khususnya di Karawang, sambung Kiki, sampai saat ini masih banyak persoalan buruh seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak sampai persoalan outsourching luput dari perhatian Pemkab Karawang.
Padahal menurutnya, buruh merupakan bagian masyarakat yang harus didukung perjuangannya oleh pemerintah. “Kalau buruh tidak didukung pemerintah, lantas kepada siapa lagi mereka harus mengadu,” timpal Kiki.
Adapun terkait Perda Tenaga Kerja Karawang yang “menggaungkan” 60 persen tenaga lokal dan 40 persen tenaga luar, Kiki berpendapat, jika sampai saat ini Perda tersebut masih bersifat lemah status hukumnya.
Sehingga kondisinya saat ini, masih banyak “urang asli Karawang” yang belum bisa berkesempatan bekerja di tanah kelahirannya sendiri.
“Persoalan tenaga kerja itu memang persoalan yang cukup rumit. Tapi saya yakin kalau Pemkab Karawang bisa lebih tegas ke perusahaan, maka tidak akan ada lagi urang asli Karawang yang susah nyari kerja di tanah kelahirannya sendiri,” pungkas Kiki.(mang adk)






