BaskomNews.com – Hiruk pikuk Kota Karawang yang terkenal sebagai kota industri ternyata masih banyak menyisikan cerita suram tentang kondisi rakyatnya di tingkatan pelosok desa.
Salah satu contohnya adalah kisah hidup Ibu Ati (40), warga Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, yang akhirnya divonis sebagai warga disabilitas (cacat fisik) lantaran penyakit kusta yang dideritanya tak mampu diobati dengan biaya pengobatan yang mahal.
Saat ditemui oleh BaskomNews.com, Minggu (27/5/2018), Ibu Ati menceritakan kalimat dengan kalimat tentang kisah hidupnya yang suram karena faktor keterbatasan ekonomi. Penyakit kusta yang dideritanya beberapa tahun silam harus membuat Ibu Ati divonis sebagai warga disabilitas.
“Karena kusta, tangan dan kaki saya cacat total dan harus menjadi penyandang distabilitas berat,” tutur Ibu Ati, saat bercerita kepada BaskomNews.com dengan nada suara terbata-bata.
Warga sekitar Wijaya menuturkan, warga seperti Ibu Ati seharusnya membutuhkan perawatan di rumah sakit yang khusus. Karena selama ini, apabila penyakit kusta yang diderita Ibu Ati kembali kambuh, ia hanya mengobatinya dengan mengandalkan obat warung atau dengan ramuan dedaunan.
“Karena saya sangat dekat dengan rumah Ibu Ati, saya hanya bisa membantu semampu saya,” katanya.
Menurut Wijaya, seandainya pemerintah memberikan bantuan medis langsung kepada Ibu Ati pasti ada kemungkinan penyakit kustanya bisa sembuh.
Dikatakan Wijaya, selama ini bukan tidak ada bantuan dari pihak pemerintah kecamatan ataupun pemerintah desa. Namun jenis bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan Ibu Ati.
“Bantuan yang diberikan tidak efisien, karena menurut saya Ibu Ati perlu penangan khusus perawatan penyakit kusta, selain bantuan kelangsungan hidup sehari-hari, dikarenakan Ibu Ati sudah sudah tidak mampu beraktifitas seperti orang pada umumnya. Ibu Ati juga hidup sebatang kara.
Sementara itu, Kepala Desa Kalangsari, Teti Firdaos membenarkan, jika Ibu Ati merupakan warganya yang hidup sebatang kara dan menderita penyakit kusta.
“Belum lama juga udah mendapat bantuan dari Kecamatan Rengasdengklok dan polsek. Bahkan dari Polres sudah memberi bantuan. Kalau sehari-hari juga kami sama warga tetangga juga nengokin dan memberinya makan,” kata Teti, saat dikonfirmasi BaskomNews.com melalui pesan Whatsapp (WA). (cr1)






