Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Istri Jadi TKW Diberangkatkan Tak Sesuai Janji Awal, Arifin : “Saya Hanya Ingin Istri Pulang degan Selamat!”

Arifin, saat bercerita kepada BaskomNews.com.
banner 468x60

“Saya gak tegas kalau istri saya harus kerja berat begitu. Apalagi pemberangkatan jadi TKW-nya tidak sesuai dengan janji awal. Janjinya diberangkatkan ke Abu Dhabi, ini malah ke Malaysia,”

BaskomNews.com – Sudah hampir 3 bulan Arifin (33) tidak bisa berkomunikasi secara langsung dengan istrinya bernama Fauziyah (31), yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.

Saat menemui pengacara ternama Karawang, Asep Agutsian SH, MH dan wartawan BaskomNews.com dengan didampingi Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Cibuaya, Arifin yang merupakan Dusun Krajan, Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, Kabupupaten Karawang ini menceritakan, bahwa istrinya berangkat meninggalkan Indonesia sekitar 11 Maret 2018.

banner 336x280

Kepada BaskomNews.com, Arifin bercerita jika awal mula istrinya dijanjikan untuk berangkat menjadi TKW ke Abu Dhabi Arab Saudi, oleh pihak sponsor dengan nama PT. Al Zubara Manpower Indonesia yang berkantor di Jakarta.

Namun pada kenyataanya, kata Arifin, istrinya tersebut malah diberangkatkan menjadi TKW ke Malaysia. “Istri saya berangkat turun di Bandara Batam. Setelah itu naik kapal air dari Batam ke Malaysia,” tutur Arifin, Senin (28/5/2018).

Setelah mendapatkan kabar kondisi istrinya melalui via ponsel salah seorang TKW lainnya di Malaysia, Arifin mengaku mulai curiga jika pihak sponsor yang memberangkatkan istrinya “terindikasi” penyalur TKW ilegal.

Pasalnya, saat Arifin mencoba mengklarifikasi kepada pihak sponsor, ternyata PT. Al Zubara Manpower Indonesia atas nama Hj. Kurnia tidak bisa menunjukan salinan bukti surat-surat dokumentasi seperti visa, paspor, PK (Perjanjian Kerja), maupun KTKL (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) .

Setelah mencoba mencari informasi kepada pihak sponsor terkait apakah keberangkatan istrinya merupakan TKW legal atau ilegal, Arifin juga mengaku sempat kedatangan Hk. Kurnia.

“Beliau (Hj. Kurnia) sempat minta maaf kepada saya. Tapi keinginan saya ya itu tadi, saya ingin istri saya pulang kembali secepatnya dengan selamat. Soalnya saya dapat telpon dari TKW Malaysia lainnya, katanya kerjaan istri saya berat. Istri saya kerja di restoran majikannya berangkat jam 6 pagi dan kerja sampai sore, habis itu langsung kerja lagi di rumah majikannya,” tutur Arifin.

“Saya gak tegas kalau istri saya harus kerja berat begitu. Apalagi pemberangkatan jadi TKW-nya tidak sesuai dengan janji awal. Janjinya diberangkatkan ke Abu Dhabi, ini malah ke Malaysia,” timpal Arifin.

Masih dikatakan Arifin, sampai saat ini ia mengaku belum memiliki kejelasan terkait apakah istrinya termasuk TKW legal atau ilegal. Terlebih dijelaskannya, saat ini pihak sponsor yang memberangkat istrinya terkesan sudah tidak mau berkomunikasi kembali.

Karena alasan pihak sponsor mengaku sudah menunjuk pengacara dari salah satu Lemaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Karawang untuk berkomunikasi dengan keluarga Arifin. “Istri saya sedang sakit, karena bekas operasi sesar waktu melahirkan. Saya tidak hanya ingin istri saya pulang dengan selamat dan balik lagi kumpul dengan keluarga,” kata Arifin.

Di tempat yang sama, Ketua Pemuda Pancasila Cibuaya, Ance Supriatna mengamini cerita yang dipaparkan Arifin kepada BaskomNews.com. Bahkan Ance mengaku mendapatkan kabar bahwa Arifin malah dibenturkan dengan LSM Karawang, saat mencoba meminta kejelasan terkait keberangkatan istri Arifin ke Malaysia.

“Melalui pesan WA (Whastaap), salah seorang Ketua LSM kecamatan mengaku jika persoalan antara Arifin dengan pihak sponsor sudah diserahkan ke seorang pengacara di LSM. Arifin ini masyarakat biasa, dia gak tahu harus berbuat apalagi supaya istrinya bisa pulang ke rumah dengan selamat. Makanya, saya akan dampingi Arifin terus sampai istrinya kembali pulang ke rumah,” kata Ance.

Masih di tempat yang sama, Pengacara Kondang Karawang, Asep Agustian SH, MH mencurigai jika keberangkatan istrinya Arifin ke Malaysia terindikasi ilegal. Jika saja memang benar pihak sponsor tidak bisa menunjukan bukti-bukti berkas keberangkatan istri Arifin.

“Oke, saya sudah paham persoalannya. Sudah besok langsung bikin LP (Laporan Polisi) saja ke Polres Karawang, kalau memang pihak sponsor tidak punya niatan baik. Kalau memang nanti butuh pengacara, segera kuasakan kepada saya sebagai pengacaranya,” tandas Asep Agustian, yang juga mengaku prihatin dengan kondisi keluarga Arifin.(red)

banner 336x280