Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Ketika Para Pemangku “Antar Agama” di Karawang Berkumpul

Para pemangku antar agama yang tergabung dalam FKUB Karawang bersilaturahmi di Aula Resto Dewi Air, Jalan Interchange Karawang Barat, Sabtu sore (9/6/2018).
banner 468x60

“Merasa berbahagia kebersamaan malam ini. Kebersamaan seperti ini berharap menjadi ciri khas Karawang yang sudah ada dari dulu”

BaskomNews.com – Suasana hangat terlihat ketika para pemangku antar umat agama di Kabupaten Karawang berkumpul bersama di Aula Resto Dewi Air, di Jalan Interchange Karawang Barat, Sabtu sore (9/6/2018).

Memanfaatkan momentum kebersamaan di bulan suci ramadhan, perwakilan para pemangku agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang ini berkumpul untuk berbuka puasa bersama.

banner 336x280

Adapun perwakilan para pemangku agama yang berkumpul kali ini diantaranya perwakilan dari umat Islam, Katholik, Budha, Konghucu dan Kristiani.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Umat Kristiani Anton menyampaikan kegembiraanya, karena bisa berkumpul bersama dengan antar umat beragama dalam kesempatan bulan ramadhan.

Bahkan dalam dalam kesempatan ini, Anton tidak terlihat canggung saat mengawali sambutannya dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum”.

“Assalamu’alaikum, bersyukur melihat perkembangan di Karawang begitu banyak isu, tapi terus langsung disikapi. Maka rasanya kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Inilah rahmat di bulan ramadhan menjelang idul fitri. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kita semuanya. Tuhan memberkati,” tutur Anton.

Perwakilan dari umat Konghuchu Heri juga menyampaikan rasa kebahagiaanya di depan para pemangku agama lain yang tergabung dalam FKUB Karawang ini.

“Merasa berbahagia kebersamaan malam ini. Kebersamaan seperti ini berharap menjadi ciri khas Karawang yang sudah ada dari dulu. Semoga suasana seperti ini bisa ditularkan untuk kabupaten lain,” tutur Heri.

Di tempat yang sama, Ketua FKUB Karawang, Drs. KH. Tajuddin Nur menyampaikan, bahwa ia memiliki keinginan untuk mengawali kerukunan antar umat beragama di Karawang dengan cara dimulai di internal keluarga (FKUB Karawang, red).

“Kalau kita bangun keluarga ini dengan kokoh, insya Allah akan gampang ditularkan ke keluarga yang lain (kabupaten lain). Kedua, kalau hanya kebersamaan seperti ini kita sebenarnya sudah biasa. Ini yang sering saya sampaikan ke Wakil Sekretaris FKUB Pak Jaja, kita tingkatkan levelnya ke kerja sama. Sehingga masing-masing bisa memiliki tanggungjawab,” katanya.

Ditambahkan KH. Tajuddin Nur, perkembangan Kota Karawang sebagai kota industri yang dihiasi dengan beragam persoalan yang cukup komplek, tentu tidak akan menyurutkan hubungan silaturahmi antar umat beragama di Karawang untuk terus bersinergi.

“Karawang sebagai kota industri seperti ini tidak menjadi alasan kita antar umat agama untuk terus selalu rukun. Tentu kita harus bangga dengan kebersamaan ini. Mari kita jadikan Karawang sebagai kota yang aman, damai, tentram dan sehatera, untuk menuju kabupaten yang Baldatun Toyyibatun Wa’robun’gofur,” tandas KH. Tajuddin Nur.

Sementara itu, dalam agenda silaturahmi FKUB Karawang di bulan suci ramadhan ini, Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasbi sendiri terlihat hadir. Sebelum memimpin do’a penutup kegiatannya, Kiyai yang lebih akrab disapa Kang Uyan ini mengajak dan menyerukan kepada para pemangku antar umat beragama yang tergabung dalam FKUB Karawang untuk meneriakan yel-yel kebangsaan.

“Siapa kita… Indonesia! NKRI…. harga mati!”, tutur Kang Uyan, saat memimpin untuk meneriakan yel-yel, yang kemudian langsung meminta para pemangku agama untuk berdo’a berdasarkan keyakinannya masing-masing. (mang adk)

banner 336x280