Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Berita Pasutri Jompo Telagasari yang Tinggal di Rumah Reyot, Direspon Sekelompok Karyawan Toyota: Ini yang Dilakukannya…

banner 468x60

“Kami melihat dari media online ada pasutri yang sudah jompo, tinggal di rumah yang tak layak huni dan kehidupannya memprihatinkan”

BaskomNews.com – Berita soal sepasang suami istri (Pasutri) uzur yang tinggal berdua di rumah reyot (hampir ambruk), direspon sekelompok karyawan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang tergabung dalam Karyawan Toyota Peduli (KTP).

Sabtu (16/6/2018) siang, sejumlah relawan bersama seorang anggotanya, komunitas penggiat sosial ini langsung mendatangi rumah pasutri tersebut, di Dusun Panyalinbanyu RT02/04 Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang.

banner 336x280

“Kami melihat dari media online ada pasutri yang sudah jompo, tinggal di rumah yang tak layak huni dan kehidupannya memprihatinkan. Kami tergerak dan langsung melakukan penggalangan dana, untuk membantunya,” ujar Anggota KTP, Syafira, di rumah pasutri jompo itu.

Satu dus berisi sembako dan uang sejumlah tunai diberikan KTP kepada pasutri Bah Wandi dan Mak Anah. “Ini cuma bantuan alakadarnya. Kami juga akan membantu terkait kesehatan Bah Wandi dan kondisi rumahnya. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, mendorong untuk program rutilahu dan mengurusi BPJS atau KIS-nya,” tambah Syafira.

Diketahui, Bah Wandi, sudah lima tahun menderita sakit. Dia tak bisa berjalan, dan hanya terkulai lemas di tempat tidurnya. Untuk biaya kehidupan sehari-hari, dia mengandalkan hasil keringat isterinya, Mak Anah, yang kerja sebagai buruh tandur.

“Kita juga tengah memikirkan untuk membantu kehidupan pasutri ini. Tapi melihat usianya yang sudah uzur, kita akan mencoba bernegosiasi agar keduanya mau dipindahkan untuk tinggal di panti jompo. Sebab disana mereka akan mendapatkan perawatan dan hunian yang layak, juga semua kebutuhannya bisa terjamin,” kata Syafira.

Sementara itu, Ketua RT setempat yang juga merupakan PSM di daerah tersebut, Nanang, mengaku, pihak pemerintah daerah sudah ada upaya untuk membantu pasutri tersebut. “Kita sudah buatkan KIS, termasuk kartu PKH. Kita sudah sering meminta Bah Wandi untuk berobat dan dirawat di rumah sakit dengan biaya yang ditanggung pemerintah, melalui KIS. Tapi beliau selalu menolak dan tidak mau berobat,” ujar Nanang.

Soal tempat tinggal pasutri tersebut, Nanang mengatakan, pihak desa sudah mengusulkan untuk dilakukan program rutilahu dari pemerintah daerah. Tapi karena lahan yang dipakai tempat tinggal bukan lahan milik pasutri itu, pihak desa punya opsi lain. Yakni memindahkannya ke lahan milik kepala desa setempat dan dibuatkan rumah layak huni untuk mereka tempati.

“Tapi tetap Bah Wandi menolaknya. Dia tak mau pindah dari lahan tersebut,” katanya.

BACA: Di Rumah ini, Pasutri Warga Telagasari [Harus] Berjuang untuk Hidup di Usia Uzurnya

Sementara itu, warga setempat mengatakan, pasutri jompo tersebut memiliki anak. “Anak bawaan Mak Anah tiga orang, dan anak bawaan Bah Wandi empat orang. Mereka sudah misah semua. Yang selalu terlihat datang nengokin mereka, cuma anak bawaan Mak Anah,” ujar warga yang namanya enggan dipublish. (SiD)

 

banner 336x280