“Malam ini logistik pemilunya dikirim ke Lapas. Untuk di Lapas Karawang, nantinya ada 2 TPS, karena yang terdaftar sebagai pemilih berjumlah 796 orang”
BaskomNews.com – Sebanyak 796 napi dan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Warung Bambu Karawang, besok, Rabu (27/6/2018), akan nyoblos, untuk memilih Gubernur Jawa Barat, periode 2018-2023.
“Malam ini logistik pemilunya dikirim ke Lapas. Untuk di Lapas Karawang, nantinya ada 2 TPS, karena yang terdaftar sebagai pemilih berjumlah 796 orang,” ujar Komisioner KPU Karawang, Miftah Farid, kepada BaskomNews.com, Selasa (26/5/2018).
Dikatakan dia, proses dan mekanisme pemungutan suara di Lapas tidak ada perbedaan dengan TPS lainnya. Begitupun dengan keberadaan saksi. “Saksi wajib membawa surat mandat dari paslon. Saksi dari paslon, yang dibuktikan dengan surat mandat tersebut,” katanya.
Sementara itu, untuk pengamanan Pilgub Jabar 2018 ini, Polres Karawang terjunkan 720 personelnya. “Jumlah 720 personel itu hanya personel Kepolisian. Sedangkan jika ditotalkan dengan personel dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Linmas, jumlahnya mencapai 3.090 personel,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya.
Sistem pengamanan pada Pilgub Jabar 2018, kata dia, akan dilakukan dengan sistem 1:5:10. “Artinya, setiap satu petugas Polri/TNI bersama lima linmas akan menjaga sepuluh Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurut dia, pihaknya telah melakukan pemetaan, dan belum ditemukan potensi-potensi yang bisa mengganggu proses pelaksanaan Pilgub Jabar 2018,” katanya. (pls)












