Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Kecewa Tak Dapat Bantuan, Warga Bakar Kartu KKS dan KIP

Warga yang kecewa karena program BPNT tidak tersalurkan dengan benar akhirnya membakar kartu KKS.
banner 468x60

“Saya sangat kecewa, karena banyak orang yang dala kategori mampu itu malah dapat bantuan, yang benar-benar tidak mampu sama sekali malah tidak dapat bantuan, ini kan lucu”

BaskomNews.com – Ketua RT dan pemerintah Desa Tegalsari jadi sasaran warga yang protes karena merasa ada “pilih kasih” terkait Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Disampaikan Nano, warga dusun Tegalamba RT 001/01, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari menuturkan, KKS PKH (Kartu Keluarga Sejahtera Program Keluarga Harapan) maupun KKS BPNT tidak tepat sasaran. Pasalnya, banyak warga tidak mampu, bahkan dikatakan miskin tidak berpenghasilan sama sekali, tetapi tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa KKS PKH maupun KKS BPNT.

banner 336x280

“Warga kampung Tegalamba Desa Tegalsari yaitu Bapa Ukat, Kodir, Saan, Akrim, Muhad, Wita, Dasih, Nusi, Budi, Kasih, Emah, Dama dan masih banyak warga yang lainnya yang tidak mendapatkan bantuan. Padahal mereka tidak punya penghasilan tetap,” tuturnya, kepada BaskomNews.com, Kamis (5/7/2018).

Mirisnya, sambung Nano, salah satu warga yang benar-benar kecewa karena selama tahun 2014 sudah mendapatkan KKS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), tetapi sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Ini tidak adil, bagaimana sistem sensus keluarga miskinnya, terus yang pada mendapatkan bantuan itu kategorinya seperti apa,” kesalnya.

Nano juga mengaku sangat kecewa sekali dengan sistem pembagian bantuan tersebut, karena dirinya merasa banyak orang orang yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan bantuan, padahal orang tersebut dari dulu memiliki kartu KKS dan KIP.  “Sampai nekad membakar dua kartu sakti ini berupa KKS dan KIP,” timpalnya.

Oleh karenanya, Nano berharap agar pemerintah desa dan yang menyalurkan bantuannya bisa benar-benar mendata orang orang yang seharusnya mendapatkan bantuan,  seperti orang yang tidak punya penghasilan tetap yang benar-benar membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Saya sangat kecewa, karena banyak orang yang dala kategori mampu itu malah dapat bantuan, yang benar-benar tidak mampu sama sekali malah tidak dapat bantuan, ini kan lucu. Bahkan ada seorang karyawan pabrik pegawai tetap itu dapat bantuan,” tandas Nano. (pls)

banner 336x280