Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Dugaan “Kongkalikong” RS Paru, Barak Indonesia “Keukueh” Ingin Lapor KPK

banner 468x60

“Isunya kita tidak akan lari kemana-mana, kita akan bongkar persekongkolan itu,”

BaskomNews.com – Meskipun Pojka Panitia Lelang sudah membantah tentang tuduhan “kongkalikong” lelang tender RS Paru Jatisari, namun LSM Barisan Rakyat (Barak) Indonesia “keukeuh” akan melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kemarin kita tidak tidak menemukan titik temu. Karena yang kita tanyakan tidak ada jawaban pasti. Barak Indonesia tidak memikirkan siapa yang menang atau yang kalah dalam tender. Kita hanya memikirkan agar pemerintahan Karawang menjalankan tender sesuai aturan,” kata Ketua Umum Barak Indonesia, D. Sutejo MS, Senin (16/7/2018).

banner 336x280

Selain mengaku sedang mempersiapkan laporan ke KPK, Sutejo juga mengaku jika minggu depan Barak Indonesia akan turun aksi kembali dengan masa aksi yang lebih banyak. “Kami akan turun terus sampai adanya kesimpulan penjelasan ke masyarakat tentang kondisi sebenarnya tender RS Paru Jatisari,” katanya.

Dikatakan Sutejo, Barak Indonesia akan kembali melakukan aksi aksi demonstrasi dengan melibatkan pengurus Barak Indonesia se-Jawa Barat. “Masa aksi diperkirakan 5 ribuan, pastinya masa lebih banyak dari kemarin,” timpalnya.

Sutejo juga menegaskan, Barak Indonesia meminta kepada penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri Karawang dan Polres Karawang untuk tidak berdiam diri. “Kejaksaan maupun kepolisian harus ikut menyikapi ini, sambil kita sedang memperiapkan laporan ke KPK dan Kejaksaan Agung,” katanya.

Ditegaskan Sutejo, dari awal Barak Indonesia sudah siap untuk membongkar dugaan kongkalikong tender RS Paru Jatisari. “Isunya kita tidak akan lari kemana-mana, kita akan bongkar persekongkolan itu,” katanya.

Disinggung mengenai peran Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, Yuska Yasin yang dalam hal ini sebagai Pengguna Anggaran (PA) tender RS Paru Jatisari, Sutejo meminta agar Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana segera mencopot jabatan Kadinkes yang dinilainya sudah tidak bisa bekerja.

“Dicopot saja kalau orang gak bisa kerja, ganti dengan orang yang bisa kerja. Kemarin di audiensi saja dia gak bisa ngomong kok, malah Wahyu (Ketua Pokja Lelang) yang ngomong. Barak Indonesia sangat mendukung sekali adanya pembangunan di Karawang. Tapi tolong jalankan sesuai aturan yang relevan,” pungkas Sutejo. (red)

banner 336x280